PURWASUKA - Polda Metro Jaya belum berbicara banyak terkait dengan usulan perihal penggunaan pelat nomor kendaraan memakai nama orang yang diusulkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan pihaknya belum menerima petunjuk perihal usulan dari Korlantas Polri.
“Itu Korlantas, kita belum ada petunjuk,” ujar Latif dalam keterangannya dikutip Selasa (11/7/2023).
Latif menyebutkan, penggunaan plat nomor kendaraan bermotor menggunakan nama orang masih sebatas usulan atau wacana. Sehingga untuk lebih lanjutnya, Latif masih menunggu arahan dari Korlantas Polri.
“Itu kebijakan seluruh masyarakat (dari) Korlantas, jadi jika ada informasi gitu, Korlantas akan bisa menjelaskan,” kata Latif.
“Jadi kita menunggu petunjuk Korlantas,” imbuhnya.
Perihal plat nomor kendaraan bermotor memakai nama merupakan usulan dari Kakorlantas Polri dengan syarat membayar Rp 500 juta, yang disampaikannya saat rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI pada hari Rabu (5/7/2023) lalu.
“Kita harap besok pemerintah bisa terbitkan suatu keputusan. Nomor itu bisa pakai. Contohnya Yusri 1. Kalau dia berani bayar Rp 500 juta untuk 5 tahun kenapa tidak, kan bisa masuk PNBP. Itu lebih realistis, juga bebas ganjil genap,” kata Firman dikutip dalam akun Youtube DPR RI.
“Misalnya kalau nama Yusri ada 16 orang yang mengajukan, diambil yang paling tinggi dananya,” tuturnya.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Putar Lagu Anak Indonesia Saat Live, Cardi B Ngaku Anaknya Ketagihan Pok Ame Ame
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
-
Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
-
NGORBIT: Yusuf Mahardika & Zulfa Maharani Ungkap Sisi Emosional di Balik Layar Crocodile Tears
-
Skincare Rp50 Ribuan Ini Diam-Diam Dipakai Banyak Orang, Hasilnya Disebut Mirip Brand Jutaan
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
dr. Myta Aprilia Azmi Meninggal Diduga Overwork Saat Internsip, Ini Tuntutan Keras Alumni FK Unsri