/
Rabu, 04 Mei 2022 | 07:51 WIB
Kreatif, Kisah Rifa Jadi Pengusaha Jahe Kelor setelah Menderita Sakit

SUARAPURWOKERTO. ID, KEBUMEN-Rizki tidak mungkin tertukar. Jalan mendapatkan rizki pun sering kali tak terduga. Seperti dialami Rifa Sari Dewi, produsen Sirup Jahe Kelor dari Jetis, Kutosari, di Kebumen. Siapa sangka, berawal dari sakit, ia berhasil menciptakan ramuan yang akhirnya bisa dijual dan membantu perekonomian keluarganya. 

Rifa berkreasi membuat produk ini setelah ia mengalami sakit lambung dan saraf kejepit. Setelah minum ramuan itu, ia merasa badannya semakin sehat dan segar. 


Hingga ia berinsiatif untuk memproduksinya  lebih banyak dan dijualbelikan. Dalam satu hari, ia mampu memproduksi 100 botol. Satu botol produk itu dijualnya seharga Rp 30 ribu.


Ia kini mengaku senang karena produknya bisa dibeli melalui fasilitas pemerintah. Ia sudah memproduksi dan berjualan Sirup Jahe Kelor selama dua tahun. Lebaran kali ini dagangannya semakin laris.

"Alhamdulillah merasa kebantu banget, karena sebelumnya belum pernah ada, bupati beli produk UMKM untuk parcel lebaran, " katanya


Pelaku UMKM lain, Zakiah juga menyampaikan rasa syukur produknya berupa Abon Ikan Laut Salmon sudah dibeli Bupati sebanyak 180 pcs. Meski begitu, ia menyarakan jika tahun depan ada lagi program itu, agar waktunya tidak mepet, atau mendadak.


"Karena membuat ini prosesnya agak lama. Nah! kemarin itu mepet banget waktunya sudah mendekati lebaran, " katanya


Selain Abon Ikan Laut, perempuan yang tinggal di Tanggulangin ini juga memproduksi Pepes Ikan Kembung. Jika Abon Ikan Lautnya dijual seharga Rp25 ribu perbungkus, pepes Ikan Kembungnya ia jual Rp 17 ribu. 


Sebagaimana diketahui, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto merogoh kocek Rp 300 juta untuk memborong produk UMKM menjelang lebaran. Ia membagikannya ke masyarakat dalam bentuk paket parcel. 


Sementara Pemkab dan donatur juga ikut membeli produk UMKM di Kebumen dengan nilai ratusan juta. 

Load More