SUARAPURWOKERTO. ID, Gelombang arus balik membuat arus lalu lintas di jalan padat. Pengendara harus memaklumi kondisi itu dan bersabar sampai tujuan.
Meski diakui, kepadatan lalu lintas atau situasi macet bisa membuat pengendara stres. Di sini diperlukan sikap arif dan mampu mengontrol emosi.
Sebuah video penumpang mobil memaki petugas pengatur lalu lintas viral di media sosial.
Dilansir Suara.com, video itu memerlihatkan deretan kendaraan yang harus menghadapi pengalihan arus. Ini terkait dengan padatnya arus lalu lintas di area Lingkar Gentong Tasikmalaya terutama sampai di titik Malangbong. Para pengendara menurut pengaturan lalu lintas oleh polisi.
Hingga melintas mobil mewah, di dalamnya seorang penumpang terlihat memarahi petugas melalui jendela yang kacanya terbuka. Ia berlagak mengarahkan polisi yang bertugas namun dengan nada kasar.
Dari mulutnya keluar makian untuk polisi yang mengatur lalu lintas.
"Suruh kesana, goblok kamu, "
Terdengar ia memaki polisi dengan kata "goblok" sebanyak dua kali. Hingga mobil yang ditumpanginya terus melaju mengikuti arus kendaraan lain di depannya.
"Hai polisi suruh kesana kita ngantre. Suruh kesana dulu. Kita ngantri. Goblok kamu,"
Sosok Kapolsek
Meski menerima umpatan dari penumpang mobil, dalam video yang beredar, polisi terlihat tetap tenang dan bisa menahan diri.
Ia tak terpancing untuk membalas perlakuan penumpang mobil mewah itu meski ada kesempatan.
Terlebih sikap penumpang yang memaki dengan kata-kata kasar itu sudah keterlaluan.
Kapolsek Sukaresik Polres Tasikmalaya Iptu Asep Saipulloh mengatakan, dalam menjalankan tugas, ia selalu ikhlas memberikan pelayanan ke masyarakat.
Termasuk dalam pengaturan lalu lintas untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik yang melintas di wilayahnya. Meski dalam memberikan pelayanan, ada saja yang tidak terima, hingga pihaknya menjadi sasaran emosi pengguna jalan.
"Saya selalu ikhlas memberikan pelayanan ke masyarakat, supaya masyarakat yang akan balik lagi ke perantauan sampai tujuan dengan selamat, " katanya
Tag
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung