/
Senin, 11 Juli 2022 | 21:57 WIB
Ibadah Tanpa Sampah, Warga Karangwuni Temanggung Pakai Bambu untuk Wadah Daging Kurban

PURWOKERTO.SUARA.COM, TEMANGGUNG- Umumnya warga membagikan daging kurban menggunakan kantong plastik. Padahal kantong plastik  bisa memicu pencemaran dan masalah lingkungan. Namun tidak demikian bagi  warga Dusun Mlobo, Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Mereka punya kesadaran untuk mengurangi  risiko pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah plastik. 

 Untuk mengurangi sampah plastik, mereka menggunakan keranjang rajut berbahan bambu sebagai wadah daging hewan kurban saat perayaan Iduladha. 

Keranjang rajut tersebut dilapisi lembaran daun pisang sebagai wadah daging kurban yang dibagikan kepada warga sekitar.

Tokoh masyarakat Desa Karangwuni Edi Purnomo mengatakan, penggunaan keranjang bambu sebagai wadah daging kurban untuk menekan jumlah penggunaan plastik.

Menurutnya, sampah plastik sulit terurai tanah. Selain itu, volume sampah nonorganik di lingkungan semakin hari semakin meningkat, yang kelak juga akan berimbas pada usia Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA).

“Ada dua ekor sapi dan lima ekor kambing yang kami sembelih pada Iduladha tahun ini. Semuanya dibagikan kepada 170 KK, tapi wadahnya menggunakan keranjang bambu beralas daun pisang, bukan kantong plastik seperti pada umumnya,” katanya, Minggu (10/7/2022).

Bukan hanya keinginan untuk menekan jumlah sampah plastik. Inisiasi warga ini juga dilatarbelakangi melimpahnya bahan baku bambu di permukiman mereka. 

Bambu-bambu itu dimanfaatkan dan dikreasikan menjadi keranjang-keranjang berukuran mini sebagai wadah beragam jenis barang.

“Sampah plastik sangat sulit terurai oleh tanah dan pasti asapnya akan menambah pencemaran lingkungan apabila dibakar. Maka dari itu, kita memilih menggunakan keranjang bambu tanpa mengurangi esensi ibadah di Hari Raya Iduladha kali ini,” terangnya.

Baca Juga: Profil Muhammad Ferrari, Pencetak Dua Gol ke Gawang Myanmar

Load More