/
Selasa, 12 Juli 2022 | 17:09 WIB
pixabay

PURWOKERTO.SUARA.COM Saat memandikan bayi baru lahir, orang tua biasanya memandikan dengan air hangat. Kebiasaan ini sering kali dilakukan seriing bertambahnya usia sang buah hati.

Dengan berbagai alasan, orang tua akan memandikan anak dengan air hangat bahkan hingga umur tertentu. Ternyata, semakin usia dan berat badan bertambah anak tidak perlu lagi dibiasakan mandi dengan air hangat.

Untuk anak yang memiliki kulit sensitf dan memiliki riwayat ruam atau dermatitis atopi mandi dengan air hangat juga sebenarnya kurang baik.

"Kalau kulit bayi sensitif, ada ruam-ruam atau dermatitis atopi, itu tidak bisa kalau air terlalu hangat karena mengambil kelembaban kulit, mengambil minyak alamiah kulit," ungkap Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Cynthia Centauri, Sp.A., dalam siaran langsung Instagram RSUI beberapa waktu lalu.

Orang tua juga tidak lantas memandikan anak dengan air dingin. Anak memang dianjurkan tidak dimandikan dengan air dingin melainkan suhu biasa dengan suhu ruang yahg juga normal antara 36,5-37,5 derajat celsius.

Setelah usia bayi lebih dari 28 hari atau telah lulus dari fase new born atau baru lahir. Disaat seperti itu orang tua bisa mulai secara perlahan mengurangi kadar hangat pada air mandi anak. Tetapi hal itu pula harus disesuaikan dengan kondisi bayi. 

Bayi yang lahir dengan berat badan lebih rendah (BBLR) kurang dari 2,5 kg, sebaiknya tubuhnya hanya dibersihkan dengan kain lap basah hangat. Sebab, bayi yang BBLR memiliki kadar lemak lebih rendah sehingga rentan kedinginan.

Setelah berat badan bayi telah lebih dari 2,5 kg baru bisa dimandikan seperti biasa. (iruma cezza)

Baca Juga: Pengamat Hukum Pidana: Fungsi Etik Dewan Pengawas KPK Runtuh!

Load More