PURWOKERTO.SUARA.COM – Besok Pengabdi Setan 2 : Communion akan mulai diputar di jaringan Bioskop Indonesia. Dilini masa twitter cukup banyak warganet yang tidak sabar menantikan film tersebut tayang.
Bahkan rumah produksi dari film besutan Joko Anwat itu sudah menjual tiket pre order melalui berbagai aplikasi pembelian tiket digital.
Dilansir Antara, Sutradara Joko Anwar mengatakan film kedua itu akan lebih baik dibandingkan film pertama. Bagi Joko, kru, dan pemain, film sebelumnya merupakan standar atau benchmark terendah yang musti dilampaui.
“Kami mau nggak mau harus membuat Pengabdi Setan 2 setingkat lebih tinggi lagi pencapaiannya dari segi storytelling, estetika, teknis, dan sebagainya,” kata Joko Anwar.
Oleh karenanya, Joko Anwar dan tim produksi membutuhkan sekitar tiga tahun untuk belajar dan menyiapkan sekuel Pengabdi Setan agar lebih matang.
Ia berharap, persiapan yang panjang ini menjadikan Pengabdi Setan 2 bukan hanya sebagai film horor dan hiburan, tetapi juga bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan dari Indonesia untuk dipersembahkan ke dunia.
Melanjutkan kisah di film pertama, Pengabdi Setan 2 diisi para pemain seperti Tara Basro, Endy Arfian, Bront Palarae, Nasar Anuz, dan Ayu Laksmi. Film itu diwarnai bintang muda dan senior yang baru bergabung, seperti Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, dll.
Diceritakan, beberapa tahun setelah berhasil menyelamatkan diri dari kejadian mengerikan yang membuat mereka kehilangan ibu dan si bungsu Ian, Rini beserta adik-adiknya dan Bapak tinggal di rumah susun.
Keluarga itu percaya tinggal di rumah susun akan lebih aman. Apabila terjadi sesuatu, ada lebih banyak orang yang mengetahui atau membantu. Akan tetapi, mereka segera menyadari kekhawatiran lain di baliknya. Pada sebuah malam penuh teror, Rini dan keluarga harus kembali menyelamatkan diri.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Dugaan Perampasan Uang Puluhan Juta oleh Oknum Anggota Kodim 0701 Banyumas
Joko Anwar mengisyaratkan akan membuat Pengabdi Setan 3 apabila film kedua yang tayang pada 4 Agustus 2022 mendatang bisa membangun rasa keingintahuan penonton.
“Kita akan lihat apakah penonton akan cinta atau tidak ke karakter-karakter yang ada di Pengabdi Setan 2 dan jawabannya akan kita ketahui dalam waktu yang singkat,” ujar Joko Anwar.
Ia menambahkan, sekuel akan berlanjut apabila film Pengabdi Setan 2 ini sukses. Menurutnya, sukses berarti filmnya harus sustain secara penonton, dalam artian penonton ingin mengetahui kelanjutnya.
Bagi Joko, ukuran kesuksesan film yang ia buat memang bukan dilihat dari pencapaian angka seperti jumlah penonton.
Joko Anwar pun mengaku tidak terbebani dengan target jumlah penonton. Apalagi, Pengabdi Setan 1 berhasil menembus lebih dari 4 juta penonton. Film itu juga berhasil menyabet 13 nominasi Festival Film Indonesia 2017 dan memenangkan tujuh di antaranya.
“Beban kami tidak pernah di angka. Kalau aku, sih, bikin film tidak pernah (soal) angka,” tuturnya.
Bagi Joko, yang lebih menjadi beban adalah soal pengalaman yang bisa ia berikan sebagai seorang sutrada kepada para pemain, kru, dan penonton yang tekah menghabiskan waktu mereka.
“Mudah-mudahan aku tidak menghabiskan waktu mereka (pemain dan kru). Demikian juga dengan penonton, aku meminta mereka menonton ke bioskop dan bayar tiket, menghabiskan waktu mereka itu (untuk menonton) sia-sia atau tidak. Itu, sih, bebannya,” tutupnya.* ( Anikmatus Al Sajawi)
Berita Terkait
-
Raih 23 Juta Dolar pada Pekan Perdana DC League of Super-Pets Kuasai Box Office Amerika
-
Rilis Trailer Pertama, Marvel Black Panther:Wakanda Forever Siap Tayang November 2022
-
Puncak Kejayaan Targaryen Jadi Tema Besar Prekuel Game of Thrones
-
Dapat Gelar Wanita Tercantik di Dunia, Ini Profil Lengkap Jisoo BLACKPINK
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik