PURWOKERTO.SUARA.COM, Pencabutan kuasa Deolipa Yumara dan Burhanudin untuk mendampingi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E melahirkan tanda tanya. Ini bukan pertama kali pengacara Bharada E diganti. Tim pensehat sebelumnya yang ditunjuk Bareskrim juga mengundurkan diri hingga diganti tim penasehat baru yang terdiri dari Deolipa Yumara dan Burhanudin.
Padahal, setelah didampingi tim penasehat Deolipa Yumara, pengungkapan kasus pembunuhan kian terang hingga Polri menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka yang diduga menyuruh Bharada E menembak korban.
Pengacara Bharada E memang vokal di depan publik. Wajar, kasus ini begitu menyita perhatian publik sehingga publik ingin selalu tahu setiap perkambangan kasus.
Sementara pihak Bareskrim mengklaim pengungkapan kasus itu, hingga Bharada E berani terbuka menyampaikan kronologi kejadian sebenarnya adalah hasil kerja penyidik Polri.
Dalam wawancara dengan TvOne, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengingatkan Polri jangan mengintervensi pekerjaan pengacara.
“Jangan intervensi pekerjaan pengacara meski anda yang menunjuk, anda gak berhak,”katanya
Teguh mengatakan, pengacara berhak menyampaikan satu pernyataan di depan publik untuk memertahankan prinsip-prinsip hukum yang diperlukan. Sebab ia melihat terjadi konflik ketika pengacara Bharada E menyampaikan sesuatu ke masyarakat, disambut dengan kritikan dari pihak Bareskrim terhadap sikap pengacara.
Ia pun meminta Kapolri memeriksa proses pencabutan kuasa ini yang dia duga ada intervensi oknum penyidik.
“Pengacara adalah penegak hukum yang tidak bisa dintervensi, dipengaruhi. Ketika dia ditunjuk, ada hak istimewa antara klien dan advokatnya,”katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kereta Gantung Sepanjang 8 KM Bakal Dibangun di Kawasan Prambanan Sleman, Investasinya Rp200 Miliar
-
Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan
-
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram
-
Pemkab Sleman Pastikan Stok Hewan Kurban Aman Meski Permintaan Diprediksi Melonjak
-
MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini
-
Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Sleman, Dua Pemuda Diamankan Polisi
-
5 Pengharum Ruangan Wangi Premium Tahan Lama, Sensasi ala Hotel Mewah Bikin Betah
-
Ancaman PMK Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban