PURWOKERTO.SUARA.COM - Kabar penembakan kucing di lingkungan Sesko TNI Bandung viral di media sosial. Belakangan kabar itu dikonfirmasi Pusat Penerangan TNI melalui keterangan pers tertulis.
Kabar penembakan kucing diunggah akun instagram Rumah Singgah Clow, rumah tempat singgah kucing dan anjing telantar. Dari unggahan Rumah Singgah Clow, terungkap ada enam ekor kucing yang ditembak.
"Total Kucing yang di tembak ada enam, terjadi di Sesko TNI Martanegara, Bandung," tulis akun itu.
Satu di antara kucing yang ditembak itu selamat. Kucing ini ditembak di mata dan tembus hingga ke mulut.
"Matanya ditembak dan tembus ke mulut, saat ini dibawa ke @amoreanimalclinic untuk penanganan X-ray dan operasi," lanjutnya.
"Kami para Cat Lovers sangat sedih melihat semua ini."
Dari hasil x-ray, selain ditemukan dua peluru. Satu dari mata tembus ke mulut dan peluru satu lagi di punggung," tulis akun itu.
Setelah kabar penembakan kucing ini beredar, Pusat Penerangan TNI merespons dengan menerbitkan keterangan pers tertulis. Dalam keterangannya, Pupen TNI menyatakan telah menyelidiki dugaan penganiayaan enam ekor kucing di lingkungan Sesko TNI Bandung.
"Komandan Sesko TNI dan Tim Hukum TNI membenarkan bahwa Brigjen TNI NA (anggota organik Sesko TNI) telah menembak beberapa ekor kucing dengan menggunakan senapan angin milik pribadi pada Selasa siang kemarin (16 Agustus 2022),sekitar jam 13.00-an," ujar keterangan tertulis Puspen TNI.
Baca Juga: Jim Ratcliffe Ngotot Beli Manchester United (MU) Meski Prestasinya Jeblok
Menurut pengakuan Brigjen TNI NA, ia melakukan penembakan kucing untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal dan tempat makan perwira siswa Sesko TNI dari kucing liar. TNI menyatakan penembakan itu bukan didasari kebencian terhadap kucing.
"Selanjutnya Tim Hukum TNI akan menindaklanjuti proses hukum Brigjen TNI NA, khususnya menyangkut pasal 66 UU nomor 18 tahun 2009 (Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan) dan pasal 66A, pasal 91B UU nomor 41 tahun 2014 (tentang Perubahan atas UU nomor 18 tahun Peternakan dan Kesehatan Hewan)," lanjut pernyataan TNI.
Berita Terkait
-
Tas Gunung Raksasa Arei Berhasil Pecahkan Rekor MURI, Dipajang di Gedung Sate Bandung
-
Mengenang Hoso Kyoku Bandung, Jejak Perjuangan Pemuda Sebarkan Kabar Kemerdekaan Lewat Radio
-
Taklukan PSIS Semarang 2-1, Persib Bandung Petik Kemenangan Perdana Liga 1
-
Ribuan Bobotoh Demo di Graha Persib, Tuntut Pelatih Mundur dan Perbaikan Manajemen Tiket
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar