- Megawati mengenalkan Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa kepada Putra Mahkota Abu Dhabi.
- Nilai Pancasila dinilai sejalan dengan visi persaudaraan manusia dalam ajang Zayed Award.
- Kemenangan NU dan Muhammadiyah memperkokoh posisi Islam Indonesia di mata dunia.
Suara.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, membawa misi ideologis dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (4/2/2026) waktu setempat, menjadi momentum bagi Megawati untuk mengenalkan Pancasila sebagai falsafah pemersatu bangsa Indonesia di kancah internasional.
Duta Besar RI untuk Tunisia sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Agama (non-aktif), Zuhairi Misrawi, yang turut mendampingi Megawati, mengungkapkan bahwa putri proklamator Bung Karno tersebut memaparkan secara mendalam akar pemikiran ideologi negara Indonesia.
"Dalam pertemuan tersebut, Ibu Megawati mengenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki landasan falsafah kokoh, yaitu Pancasila. Beliau menjelaskan bahwa falsafah ini digali langsung oleh Bung Karno dari khazanah pemikiran dan kebudayaan Nusantara," ujar Zuhairi dalam keterangan tertulisnya.
Megawati menekankan kepada Sheikh Khaled bahwa keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah kemajemukan agama, suku, dan bahasa tidak lepas dari kekuatan nilai universal Pancasila. Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat sejalan dengan upaya perdamaian dunia yang diusung UEA melalui Zayed Award for Human Fraternity.
"Falsafah Pancasila ini sejalan dengan visi dan misi Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia)," lanjut Zuhairi menyampaikan poin pembicaraan Megawati.
Selain isu filosofis, Megawati turut berbagi memori mengenai peran strategisnya sebagai dewan juri dalam penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2024 silam. Ia mengenang rasa bangganya saat ditunjuk langsung oleh Imam Besar Al-Azhar, Mesir, untuk mewakili umat Islam sekaligus kalangan perempuan.
Kepuasan Megawati semakin lengkap karena pada periode kepemimpinannya sebagai juri, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil keluar sebagai pemenang. Momen tersebut dipandang sebagai pengakuan dunia terhadap corak Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan damai.
Zuhairi menyimpulkan bahwa kehadiran Megawati dalam forum internasional semacam ini memiliki nilai diplomatik yang tinggi, khususnya bagi posisi Indonesia di Timur Tengah.
Baca Juga: Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
"Penghargaan ini tidak hanya mengenalkan Islam Indonesia ke dunia, tetapi juga memperkokoh hubungan bilateral Indonesia-UEA yang selama ini sudah terjalin sangat baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah