/
Senin, 22 Agustus 2022 | 20:08 WIB
Rumah warga yang rusak akibat gempa bumi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (Antara)

PURWOKERTO.SUARA.COM- Gempa Bali yang terjadi Senin Petang (21/8) telah  mengakibatkan sebuah rumah di BTN Mandalika, Desa Batunyale, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kerusakan parah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf, dikutip dari Antara.

“Dari laporan sementara, baru satu rumah yang rusak dampak gempa tadi sore,” jelas Ridwan, di Praya, Senin malam.

Menurut laporan, gempa yang terjadi mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian rumah seperti pada plafon, dinding atas kamar tidur dan kios yang letaknya berada di rumah tersebut. Namun tidak ditemukan korban jiwa dalam kejadian ini.

Untuk bantuan, ucap Ridwan, pasti akan segera diberikan kepada korban setelah anggota dari BPBD selesai melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi.

Sementara itu, salah satu korban gempa yang rumahnya rusak,HM Hamdiana mengungkapkan kronologi kejadian saat terjadi gempa pada 16.30 WITA.

Saat itu dirinya sedang menonton TV sendirian di rumah, karena istrinya sedang pergi ke Mataram. Tak berlangsung lama, terjadi goyangan kuat sehingga dia bergegas keluar dari rumah.

Hamdiana mengungkapkan, setelah dirinya keluar dari rumah baru terasa gempa yang sangat keras. Dan mengakibatkan dinding bagian atas rusak dan plafon ikut ambruk.

“Untuk sementara kita akan mengungsi,” tutur Hamdiana.

Baca Juga: Kreatif, Warga Pleret Bantul Mengubah Sampah Plastik Menjadi Paving Blok

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang beredar luas terkait dengan gempa yang terjadi di Selatan Bali dengan kekuatan 5,8 skala richter.


Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi menjelaskan jika gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Gempa bumi tektonik M 5,8 di selatan Bali, Tidak berpotensi tsunami,” jelasnya. (Citra)

Load More