PURWOKERTO.SUARA.COM, MAGELANG- Teknologi bisa dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan di berbagai sektor, termasuk di pertanian. Seperti yang dilakukan Bumdes Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
Kebun Klengkeng yang dikelola Bumdes itu menerapkan teknologi berbasis internet, yakni menyiram tanaman dengan siram otomatis berbasis Internet Of Things (IOT). Berbekal gadget di genggaman, penyiraman tanaman bisa dilakukan dari jarak jauh tanpa susah payah.
"Untuk menyiram kebun klengkeng seluas setengah hektar, cukup memencet smartphone dari rumah atau dari mananapun," kata Direktur Bumdes Wringinputih, Rizal Arif Windriatmoko, di Magelang, Rabu (24/8/2022).
Proyek ini bagian dari program Smart Village Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerja sama dengan UNS Solo dan Bumdes Wringinputih.
Tinggal di pelosok desa tidak menghalangi upaya pihaknya untuk melakukan transformasi teknologi digital. Pendekatan teknologi digital nyatanya mampu memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat desa, salah satunya terkait pertanian.
Penyiraman otomatis berbasis IOT tentu lebih memudahkan petani untuk meningkatkan produktivitasnya, di samping menghemat tenaga.
“Ini baru kita simulasikan di satu petak seluas setengah hektar, nanti akan dikembangkan dikebun klengkeng lainnya yang lebih luas,”katanya.
Kebun klengkeng inimerupakan bagian dari agrowisata petik buah klengkeng sehingga harus dikemas menarik. Wisatawan yang berkunjung tidak hanya disuguhi kebun klengkeng dan petih buah klengkeng, tapi juga menawarkan pengalaman baru melihat perkebunan modern yang berbasis IOT.
“Ini adalah yang pertama di Magelang perkebunan modern berbasis IOT, kami membuka diri untuk siapa saja yang mau belajar tentang perkebunan modern yang sedang kami kembangkan,”ujarnya.
Baca Juga: Bakal Makin Sangar, Antony Santos Merapat ke Manchester Uniteddari Ajax
Duta Digital Smart Village Kemendesa PDTT, Sholahuddin AA, mengatakan Desa Wringinputih merupakan satu di antara 15 desa di Magelang yang menjadi bagian dari percontohan Smart Village Kemendesa PDTT.
Penerapan penyiraman otomatis berbasis IOT adalah bagian dari transformasi teknologi digital di desa. Sesuai dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMNÂ 2020/2024transformasi digital sebagai proyek prioritas strategis nasional.
Sistem penyiraman otomatis berbasis IOT, menurutnya, dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai sistem kontrol dan NodeMCU sebagai pengirim data antara sistem ke web server. Sementara ini belum menggunakan web server sendiri, tapi menggunakan server telegram.
Intruksinya menggunakan kode angka yang dikirim ke chat telegram, kemudian dibaca oleh sistem dan secara otomatis kebun akan tersiram melalui instalasi pipa yang sudah didesain di kebun.
“Yang mengerjakan adalah tim dari UNS dan komunitas digital desa Wringin Putih, dimulai membuat prototype dan mengujicoba sistemnya. Semua ini terus dikembangkan dan nanti akan menjadi unit usaha Bumdes khusus untuk produk IOT pertanian dan perkebunan,”tambahnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Waspada! Banten Dominasi Daftar 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat
-
Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?
-
Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak