PURWOKERTO.SUARA.COM - Bukti keseriusan Penprov Jatim dalam merespon temuan kasus pertama Cacar Monyet di Indonesia terlihat cepat.
Hal tersebut terlihat dari upaya Pemprov yang menyediakan ruangan khusus di Rumah Sakit milik pemerintah untuk penanganan kasus cacar monyet jika nanti ada temuan di Jawa Timur.
Seperti di RSUD Dr Soetomo, yang telah menyiapkan ruangan khusus untuk isolasi pasien cacar monyet, walaupun kasusnya belum ditemukan di wilayah Jawa Timur.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Joni Wahyudi mengatakan pihaknya sedang mendesain ruangan khusus isolasi cacar monyet sesuai petunjuk buku pedoman dari Kementerian Kesehatan.
“Kami sudah mendapat pedoman mengenai proses diagnostik virus cacar monyet dari Kemenkes dan masih kami pelajari. Selain itu, pihak rumah sakit juga sedang menyiapakan ruangan khusus untuk penanganan Cacar Monyet,” kata Joni, dilansir dari laman resmi Pemprov Jatim Minggu (28/08/2022).
Guna mencegah penularan agar tidak masuk ke Jatim, Joni juga melalukan koordinasi dengan Erwin Astha Priyono Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk merumuskan berbagai langkah preventif.
Menurut Joni, penularan virus cacar monyet terjadi karena ada kontak langsung antar sesama manusia. Oleh karena itu dia menjelaskan bahwa para tenaga kesehatan harus menggunakan alat pelindung diri saat melayani pasien yang terdiagnosa virus cacar monyet.
“Itu salah satu langkah preventif kami, agar para tenaga kesehatan tetap terjaga dan bisa melayani secara maksimal. Tapi mudah-mudahan tidak sampai masuk ke Jatim,” imbuhnya.
Joni melanjutkan, meski virus cacar monyet belum sampai masuk Jatim dia berharap dengan adanya ruangan khsus itu bisa menangani lebih dini pasien yang terjangkit virus tersebut.
Baca Juga: Bakal Makin Sangar, Antony Santos Merapat ke Manchester Uniteddari Ajax
Untuk diketahui, pada Sabtu (20/8/2022), Kementerian Kesehatan mengumumkan adanya pasien pertama yang terkonfirmasi positif cacar monyet.
Pasien yang terinfeksi Monkeypox itu adalah laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat bepergian dari luar negeri. Pasien tersebut mengalami gejala demam sejak tanggal 14 Agustus 2022.
Selain demam, pasien juga mengalami pembengkakan kelenjar di leher, dan mengalami ruam di tangan, kaki, leher, wajah dan di area genital. (ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Purbaya Pusing Anggaran Kesehatan Makin Besar Tiap Tahun, 2026 Tembus Rp 247,3 Triliun
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 9 Februari 2026, Gratis Parasut dan Monster Truck
-
Konser Westlife di Surabaya Jadi Momen Tak Terlupakan bagi Fans Lintas Generasi
-
5 Tempat Dinner Romantis di SCBD untuk Rayakan Hari Valentine
-
Membangun Literasi, Mengunci Akses: Ironi Kebijakan Perpustakaan Daerah
-
Askrindo dan BPD Kalteng Jalin Sinergi Penjaminan KUR
-
Harga Emas di Palembang Naik ke Rp16,6 Juta per Suku, Warga Dipengaruhi Tren Pasar
-
Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya
-
Ini yang Dilakukan Pemprov Kalbar untuk Kendalikan Laju Inflasi
-
Satria Mahathir Diduga Lakukan Penipuan, Modus Jual HP Murah