/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 21:25 WIB
IMG-20220830-WA0021

PURWOKERTO.SUARA.COM, Penyidik sudah menyelesaiakan proses rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J di tiga lokasi, yakni rumah di Magelang, rumah pribadi di Jalan Saguling dan rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Terdapat beberapa perbedaan adegan yang diperagakan tersangka. Ini mengingat para tersangka memiliki pendapat berbeda soal peristiwa yang dialaminya. Perbedaan itu khususnya pada tersangka Ferdy Sambo dengan mantan ajudannya, Bharada E

Karena keterangan keduanya berseberangan, penyidik akhirnya mencari pemeran pengganti untuk mengakomodir keterangan mereka masing-masing. Pada adegan tertentu, Bharada E digantikan oleh orang lain untuk mengakomodir keterangan Sambo.  

Demikian juga, peran Ferdy Sambo pada adegan tertentu digantikan orang lain untuk mengakomodir keterangan Bharada E. 

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, perbedaan cukup substansial adalah saat proses rekonstruksi eksekusi terhadap Brigadir J. Ini adalah adegan inti karena di situ peristiwa pembunuhan itu terjadi. 

Di situ ada silang pendapat antara Bharada E dengan mantan bosnya, Ferdy Sambo. Menurut keterangan Bharada E, Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J. Namun keterangan itu dibantah FS, menurutnya, ia hanya menyuruh. 

“Menurut Richard bukan hanya dia yang nembak,  tapi FS. Tapi menurut FS, gak, saya hanya nyuruh dia,”katanya

Namun penyidik menghargai semua keterangan tersangka. Karenanya, keterangan yang berbeda itu diperagakan semuanya. Menurutnya, masing-masing tersangka berhak menyampaikan keterangannya. 

Bukan hanya saat penyidikan, di pengadilan nanti, mereka pun berhak menyampaikan keterangan yang berbeda. Namun hakim pada akhirnya akan memutuskan berdasarkan tuntutan jaksa. Tuntutan itu dibuat berdasarkan hasil penyidikan Polri yang diterima jaksa. 

Baca Juga: Kembali Digelar Setelah Pandemi, Berikut Susunan Acara Dieng Culture Festival (DCF) LENGKAP!

Karenanya, menurutnya, penguatan penyidikan dalam perkara ini menjadi poin yang penting. Sehingga seluruh konstruksi dari hasil penyidikan bisa diterima hakim untuk memutuskan seadil adilnya perkara tersebut. 

“Kalau perbedaan di adegan lain, gak terlalu signifikan, lebih ke motif. Karena ini pembunuhan berencana, poin pentingnya di siapa yang merencanakan, siapa yang mengeksekusi,”katanya

Load More