PURWOKERTO.SUARA.COM, Penyidik sudah menyelesaiakan proses rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J di tiga lokasi, yakni rumah di Magelang, rumah pribadi di Jalan Saguling dan rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Terdapat beberapa perbedaan adegan yang diperagakan tersangka. Ini mengingat para tersangka memiliki pendapat berbeda soal peristiwa yang dialaminya. Perbedaan itu khususnya pada tersangka Ferdy Sambo dengan mantan ajudannya, Bharada E.
Karena keterangan keduanya berseberangan, penyidik akhirnya mencari pemeran pengganti untuk mengakomodir keterangan mereka masing-masing. Pada adegan tertentu, Bharada E digantikan oleh orang lain untuk mengakomodir keterangan Sambo.
Demikian juga, peran Ferdy Sambo pada adegan tertentu digantikan orang lain untuk mengakomodir keterangan Bharada E.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, perbedaan cukup substansial adalah saat proses rekonstruksi eksekusi terhadap Brigadir J. Ini adalah adegan inti karena di situ peristiwa pembunuhan itu terjadi.
Di situ ada silang pendapat antara Bharada E dengan mantan bosnya, Ferdy Sambo. Menurut keterangan Bharada E, Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J. Namun keterangan itu dibantah FS, menurutnya, ia hanya menyuruh.
“Menurut Richard bukan hanya dia yang nembak, tapi FS. Tapi menurut FS, gak, saya hanya nyuruh dia,”katanya
Namun penyidik menghargai semua keterangan tersangka. Karenanya, keterangan yang berbeda itu diperagakan semuanya. Menurutnya, masing-masing tersangka berhak menyampaikan keterangannya.
Bukan hanya saat penyidikan, di pengadilan nanti, mereka pun berhak menyampaikan keterangan yang berbeda. Namun hakim pada akhirnya akan memutuskan berdasarkan tuntutan jaksa. Tuntutan itu dibuat berdasarkan hasil penyidikan Polri yang diterima jaksa.
Baca Juga: Kembali Digelar Setelah Pandemi, Berikut Susunan Acara Dieng Culture Festival (DCF) LENGKAP!
Karenanya, menurutnya, penguatan penyidikan dalam perkara ini menjadi poin yang penting. Sehingga seluruh konstruksi dari hasil penyidikan bisa diterima hakim untuk memutuskan seadil adilnya perkara tersebut.
“Kalau perbedaan di adegan lain, gak terlalu signifikan, lebih ke motif. Karena ini pembunuhan berencana, poin pentingnya di siapa yang merencanakan, siapa yang mengeksekusi,”katanya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kevin Diks Dapat Tugas Khusus dari John Herdman Jelang FIFA Matchday Juni
-
7 Cara Usir Tikus Tanpa Gunakan Racun, Solusi Aman untuk Keluarga dan Hewan Peliharaan
-
Suzuki Hadirkan MPV Hybrid 8 Penumpang, Desain Mirip Mobil Mewah Toyota tapi....
-
John Herdman Persiapkan Eliano Reijnders dan Jordi Amat untuk Piala AFF 2026
-
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove
-
Markas Pig Butchering Sukoharjo Digulung: 11 WNA Jadi Tersangka, Kuras Rp41,1 Miliar Milik Warga US
-
iPhone 18 Pro Dikabarkan Punya Dua Kapasitas Baterai Berbeda, Ini Detailnya
-
Alasan Keamanan, Dua Laga Timnas Indonesia Putri Dipastikan Tanpa Penonton
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar
-
Saat Semua Orang Ingin Didengar, Pancasila Mengajarkan Kita untuk Mendengar