/
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 07:04 WIB
Presiden FIFAGianni Infantino. FIFA dan Indonesia justru akan berkolaborasi untuk membenahi sepak bola Tanah Air. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tidak menjatuhkan sanksi untuk Indonesia atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan seratus lebih suporter Arema FC. FIFA dan Indonesia justru akan berkolaborasi untuk membenahi sepak bola Tanah Air.

Salah satu poin dalam surat dari FIFA yang diterima Presiden Joko Widodo adalah Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan FIFA akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia. Sebelumnya Presiden Jokowi menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino, pada 3 Oktober 2022 lalu.

"FIFA bersama-sama dengan pemerintah akan membentuk tim transformasi sepak bola Indonesia dan FIFA akan berkantor di Indonesia selama proses-proses tersebut," ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 7 Oktober 2022.

Selain itu, dalam surat tersebut juga disampaikan bahwa sepak bola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA terkait tragedi sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu.

Tindak lanjut dari kerja sama FIFA dan Indonesia tertuang dalam beberapa poin, antara lain kolaborasi antara FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan pemerintah Indonesia untuk:

(1) membangun standar keamanan stadion di seluruh stadion yang ada di Indonesia;
(2) memformulasikan standar protokol dan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian berdasarkan standar keamanan internasional;
(3) melakukan sosialisasi dan diskusi dengan klub-klub bola di Indonesia, termasuk perwakilan suporter untuk mendapatkan saran dan masukan serta komitmen bersama;
(4) mengatur jadwal pertandingan yang memperhitungkan potensi-potensi risiko yang ada; serta
(5) menghadirkan pendampingan dari para ahli di bidangnya.

Load More