/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 02:29 WIB
Basarnas Cilacap mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Sabtu 8 Oktober 2022. (Basarnas Cilacap)

PURWOKERTO.SUARA.COM -  Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cilacap sejak Jumat (7/10/2022) Pukul 15.30 WIB hingga Sabtu (8/10/2022) Pukul 12.30 WIB menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan sedang hingga lebat ini mengguyur di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap secara merata.

Kantor BASARNAS Cilacap menerima laporan dari warga terdampak banjir di beberapa titik di wilayah Kabupaten Cilacap yang membutuhkan proses evakuasi terhadap. Mereka berada di Kecamatan Kawunganten dan Kecamatan Kesugihan.

“Setelah merespon laporan tersebut, kami memberangkatkan satu tim rescuer dari Kantor BASARNAS Cilacap untuk melaksanakan proses evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan agar dapat mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan perahu karet,” ujar Adah Sudarsa, Kepala Kantor BASARNAS Cilacap.

Tim Basarnas Cilacap mengevakuasi tujuh orang dari Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten dan 53 orang dari Desa Kalisabuk Kecamatan Kesugihan. Sementara total warga yang terdampak dari bencana banjir ini berjumlah 3.681 jiwa.

“Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, dan tidak terdapat permintaan evakuasi dari warga yang terdampak banjir serta debit air sudah berangsur surut, maka operasi SAR terhadap warga terdampak banjir diusulkan untuk di tutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terimakasih,” ujar dia.

Sesuai dengan imbauan dari BMKG, seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Ada potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan angin puting beliung, terutama untuk maysarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Load More