PURWOKERTO.SUARA.COM, SEMARANG- Kabar duka menyelimuti keluarga seorang warga negara Indonesia (WNI), bernama Novita Brazil atau Novita Kurnia Putri di Kota Semarang. Perempuan muda itu tewas dalam insiden penembakan. Novita diduga menjadi korban salah tembak di kediamannya, San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
Andre Omer Siregar, Konjen RI Houston Texas mengatakan, Novita dan pasangannya, Robert Brazil sedianya akan melangsungkan resepsi pernikahan di Indonesia.
Pasalnya, mereka yang sudah menjalin hubungan rumah tangga selama kurang lebih 3 tahun menikah di tengah suasana Covid 19. Sehingga mereka harus menunda pesta pernikahannya.
Namun takdir tak bisa ditebak. Belum sampai rencana resepsi pernikahan terwujud, Novita menemui ajal.
"Mereka baru berencana pulang ke Indonesia untuk menggelar resepsi pernikahannya. Karena mereka menikah di tengah kondisi Covid, " katanya saat diwawancarai TVone
Kronologi Novita Warga Kota Semarang Dibunuh Kelompok Remaja di Texas Amerika dengan 100 Tembakan
Kronologi
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 100 peluru ditembakan ke rumah Novita di Texas hingga beberapa di antaranya mengenai tubuh Novita hingga tewas.
Dikutip dari suara.com, tembakan yang merenggut nyawa Novita berasal dari dua orang remaja yang berniat menembak dari kendaraan (drive-by shooting), sebagaimana yang dilansir oleh laman NBC News.
Baca Juga: Sukses Jadi Film Terlaris, KKN di Desa Penari Akan Hadir Versi Panjang Akhri Tahun Ini
Untuk diketahui, Arizona State University menyebut drive-by shooting umumnya dilakukan oleh para anggota geng untuk menyerang kelompok lainnya.
Sheriff Bexar County, Javier Salazar menyebut kedua remaja itu didapati berkendara di area kediaman Novita pada Selasa (4/10/2022) siang hari.
Beberapa petugas kepolisian mendengar suara tembakan beruntun di area tersebut. Terlihat sebuah mobil kabur dari lokasi kejadian dengan kecepatan tinggi.
Nahas, Novita lah yang menjadi korban penembakan yang diduga salah sasaran tersebut. Salazar mengatakan, perempuan berusia 25 tahun itu sedang bekerja di dalam kamar tidurnya saat segerombolan remaja tersebut datang menyerang.
Setidaknya ada 100 butir amunisi dari berbagai kaliber mengenai rumah Novita. Polisi berhasil menangkap pelaku. Sekelompok remaja tersebut juga didapati berbekal senapan AR-15.
Pelaku kini ditahan di Bexar County Juvenile Detention Center. Mereka dituduh melakukannya pembunuhan dan penyerangan berat dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi