/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 19:36 WIB
Vera Simanjuntak Saat Mengadiri Sidang kasus Pembunuhan Brigadir J (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sempat menghubungi sang kekasih Vera Maretha Simanjuntak sebanyak empat kali satu jam sebelum didibunuh.

Pengakuan tersebut disampaikan Vera saat bersaksi untuk terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Jam 16.10 WIB itu telepon empat panggilan tak terjawab dari beliau (Yosua)," kata Vera di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

Vera mengaku tidak sempat menerima panggila telepon dari Yosua kala itu karena berada dalam perjalanan. Setelah sampai di rumah, Vera mencoba menghubungi Yosua namun nomornya sudah tidak aktif.

"Saya lagi diperjalanan makannya nggak diangkat, sampai rumah saya telepon enggak berdering," ungkap Vera.

Jaksa penuntut umum atau JPU sebelumnya menyebut Yosua dieksekusi di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022. Dia dieksekusi di ruang tengah sekitar pukul 17.12 WIB.

Punya Masalah dengan Brigadir Deden

Dalam persidangan, Vera mengungkapkan jika Yosua pernah bercerita memiliki masalah dengan salah satu ajudan Ferdy Sambo bernama Brigadir Deden. Permasalahan itu timbul saat dia baru menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Ketua majelis hakim Wahyu Imam Santosa awalnya bertanya tentang cerita suka dan duka Yosua selama menjadi ajudan Ferdy Sambo kepada Vera.

Baca Juga: Ingin Terobos Istana Merdeka, Seorang Wanita Bawa Senpi Diperiksa Densus 88

"Dia tidak pernah cerita suka duka jadi ajudan. Nggak cerita juga soal kerjaaan?," tanya Wahyu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).

"Tidak yang mulia, cuma pernah tahun 2019 kalau dia itu pernah ada masalah sama salah satu ajudan," jawab Vera.

"Siapa?," tanya Wahyu.

"Brigadir Daden," timpal Vera.

Wahyu lantas kembali bertanya, apakah Yosua juga pernah bercerita soal Eliezer.

"Tidak pernah," jelas Vera.

Load More