PURWOKERTO.SUARA.COM – Sejak awal September 2022 lalu Pemerintah Indonesia secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dari mulai jenis Pertalite, Pertamax dan solar non-subsidi namun sejak saat itu pula harga minyak dunia mengalami perkembangan yang fluktuatif.
Dilansir Antara, harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Jumat (28/10/2022), karena dolar menguat tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan di tengah kekhawatiran tentang pengetatan pasokan dengan penghentian impor Eropa dari Rusia yang tertunda.
Minyak mentah berjangka Brent merosot 42 sen atau 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 96,54 dolar AS per barel pada pukul 00.43 GMT, yang sebelumnya naik 1,3 persen.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 56 sen atau 0,6 persen, menjadi diperdagangkan pada 88,52 dolar AS per barel, memotong sekitar setengahnya dari kenaikan pada sesi sebelumnya.
Namun, kedua minyak itu berada di jalur untuk kenaikan mingguan dengan Brent naik lebih dari 3,0 persen dan WTI lebih dari 4,0 persen. Penurunan hari ini terjadi karena indeks dolar naik tipis menjadi 110,57, sehingga minyak lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Analisis yang dilaporkan pada Kamis (27/10/2022), menghasilkan rebound kuat dalam domestik bruto AS pada kuartal ketiga sehingga menyoroti ketahanan ekonomi dan konsumen minyak terbesar di dunia itu.
“Dari perspektif pasar minyak – meskipun suku bunga tinggi – itu adalah pendorong langsung ke prospek permintaan Anda,” kata Baden Moore, kepala penelitian komoditas di National Australia Bank.
Dia mengatakan volatilitas di pasar kemungkinan akan naik, mengingat persediaan global rendah, sanksi Eropa terhadap minyak mentah Rusia akan mulai berlaku pada Desember dan permintaan China meningkat.
Premi yang melebar untuk Brent di atas WTI dipicu oleh tanda-tanda kenaikan operasi kilang di China, kelaparan Eropa akan minyak mentah menjelang embargo minyak Rusia, dan pemotongan pasokan yang tertunda oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, bersama-sama disebut OPEC+.
“Pasar tetap waspada terhadap tenggat waktu yang akan datang untuk pembelian minyak mentah Rusia di Eropa sebelum sanksi dimulai pada 5 Desember,” kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Ketua DPRD Kepri Naik Harley Davidson Rp645 Juta Tanpa Helm, Punya SIM Khusus?
-
Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Hadiahnya Rp50 Juta
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Ahmad Dhani Sempat Minta Alyssa Daguise Diinduksi Demi Cucunya Lahir Jumat Kliwon
-
Maia Estianty Tersentuh Lihat Perjuangan Alyssa Daguise Lahiran Normal
-
Ketua Viking Imbau Bobotoh Jaga Kondusivitas usai Persib Taklukkan Persija
-
Bersyukur Persib Kalahkan Persija, Ketua Viking: Tinggal Dua Step Lagi Juara
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan