PURWOKERTO.SUARA.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat dinaikan sejak awal September 2022 berdampak pada berbagai harga kebutuhan pokok di Indonesia. Namun banyak yang bertanya-tanya saat harga Indonesia Crude Price (ICP) turun apakah juga akan merubah harga BBM.
ICP merupakan minyak mentah Indonesia yang notabene digunakan untuk bahan baku BBM yang digunakan oleh masyarakat. Pun turunnya harga ICP bulan September 2022 membuka upaya untuk penurunan harga BBM itu.
Mulyanto anggota Komisi VII DPR RI meminta Pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi segera. Sekadar diketahui harga ICP kembali turun menjadi USD 86,07 per barel setelah di bulan Agustus 2022 mencapai harga USD 94,17 per barel.
Mulyanto menyebut ini saat yang tepat bagi Pemerintah untuk menurunkan harga BBM subsidi. Karena selain harga ICP turun, harga semua jenis minyak dunia turun. Karenanya sulit dimengerti, bila pada tanggal 1 September 2022, saat operator BBM swasta kompak menurunkan harga produknya, Pemerintah malah menaikan harga BBM bersubsidi.
“Pemerintah jangan menunda lagi menurunkan harga BBM bersubaidi. Sebab dengan harga bahan baku minyak yang sekarang, tidak ada alasan bagi Pemerintah menjual BBM bersubsidi dengan harga mahal,” kata Mulyanto dikutip Antara, Kamis (06/10)2022).
Mulyanto minta Pemerintah adil dalam penetapan harga BBM bersubsidi. Bila sebelumnya Pemerintah nekat menaikan harga BBM bersubsidi karena harga minyak dunia naik, maka sudah seharusnya sekarang pemerintah menurunkan harganya karena harga minyak dunia sedang turun.
“Ini kan menjadi semakin aneh, kalau Pemerintah tetap menaikkan harga BBM bersubsidi di tengah merosotnya harga minyak mentah dunia, termasuk harga ICP serta turunnya harga-harga BBM dari operator swasta,” ujar Mulyanto.
Untuk diketahui harga ICP (harga minyak mentah Indonesia) puncaknya terjadi pada bulan Juni 2022, yakni sebesar USD 117,62 per barel. Pada bulan Juli 2022 terjadi penurunan menjadi sebesar USD 106,73 per barel. Selanjutnya pada bulan Agustus dan September 2022, harga ICP semakin merosot menjadi USD 94,17 per barel dan USD 86,07 per barel.
Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 140.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2022 tanggal 3 Oktober 2022. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan September 2022 ditetapkan sebesar USD 86,07 per barel.*(ANIK AS)
Baca Juga: Pelecehan Seksual di Trans Banyumas Terekam CCTV, Sopir Gercep Turunkan Pelaku
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000
-
Persib Imbang di Samarinda, Marc Klok Soroti Peluang Emas di Menit Akhir
-
Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran
-
Praperadilan Ditolak, Piche Kota Tetap Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif
-
'Orang Dalam' Blak-blakan John Herdman Dekati Wonderkid Arsenal untuk Dinaturalisasi
-
Misi PSDC GKI Gejayan: Ketika Notasi Lagu dan Coretan Partitur Lebih Seram dari Soal UTS
-
OJK Ungkap Fakta Daftar Bank Bangkrut
-
Arus Mudik Membludak, Antrean ke Pelabuhan Gilimanuk Capai 40 Km
-
Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas