PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Satu di antara pekerjaan rumah utama menghidupkan penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman adalah memberi alasan kepada calon penumpang kenapa harus jauh-jauh terbang ke Purbalingga. Pemangku kepentingan di Purbalingga kompak menjawab pariwisata. Memangnya wisata apa yang layak diburu dengan terbang dari kota asal ke Purbalingga?
Purbalingga hingga hari ini bisa dibilang belum memiliki wisata dengan magnet kuat sehingga seseorang tak menyesal membeli tiket pesawat dan terbang ke Purbalingga. Purbalingga memang belum, tapi daerah lain di sekitar Purbalingga mungkin.
Sebut saja Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Wonosobo. Atau Baturraden di Banyumas. Keduanya lebih cepat dijangkau melalui jalur udara dari Purbalingga.
Maka yang perlu digagas ke depan ialah kolaborasi antarpemerintah daerah untuk membuat paket wisata lintas-daerah. Pelancong sekali terbang bisa merasakan sensasi wisata Baturraden di kaki Gunung Slamet hingga Dataran Tinggi Dieng.
Event-event berskala nasional, bahkan internasional juga perlu digagas sebagai daya tarik lain. Di Dieng ada Dieng Culture Festival yang sudah cukup populer.
Purbalingga pun punya Festival Gunung Slamet dan Golajazz, gelaran musik jazz di dalam wisata Goa Lawa. Hanya saja, perlu sentuhan kreatif agar bisa memikat pelancong dari dalam dan luar daerah.
Namun yang perlu diingat, Bandara Jenderal Besar Soedirman bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, tujuan akhirnya adalah menumbuhkan perekonomian daerah. Maka, Bandara juga harus turut mendorong tumbuhnya pusat-pusat perekonomian baru.
Pertama-tama bisa dimulai dengan jadwal penerbangan yang ramah wisatawan. Pelancong biasanya berwisata pada akhir pekan, maka bukalah jadwal penerbangan di akhir pekan.
Kemudian buka rute penerbangan ke kota-kota lain selain Jakarta. Buat insentif atau promo bagi yang mau terbang berlibur ke Purbalingga dan sekitarnya.
Baca Juga: Cara Transfer Pulsa Indosat
Daripada untuk blocking seat, dana pemerintah daerah bisa digunakan untuk diskon tiket pesawat ke Purbalingga. Jika dihitung, Purbalingga mengeluarkan uang setengah miliar lebih per bulan untuk biaya blocking seat. Dana ini bisa saja untuk menstimulasi pertumbuhan pasar dari berbagai daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting