/
Selasa, 08 November 2022 | 15:35 WIB
BPBD Purbalingga

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Warga Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga terkejut mendengar sirine sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) berulang kali berbunyi, Senin 7 November 2022. Warga terngiang bencana tanah beregerak yang pernah memaksa warga mengungsi berhari-hari.

"Pada Pukul 12.43 WIB alat EWS (Early Warning System) yang terpasang di RT 15/05 Dusun Pagersari Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan berbunyi hingga 14 kali dan mengirimkan signal pesan: EWS-TUMANGGAL,Warning..!,DT:Range=412.49,RangeSpeed=90.18,Accu=12.7,Rain=0.0,AF=1,WF=1,JAM:12:43:46. EWS-TUMANGGAL,Warning..!,DT:Range=425.85,RangeSpeed=98.53,Accu=12.7,Rain=0.0,AF=1,WF=1,JAM:12:47:13," tulis BPBD Purbalingga dalam keterangan resminya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga langsung bergerak mengecek lokasi. Hasil pengecekan lokasi, petugas menemukan beberapa retakan tanah baru di tanah kebun warga yang berjarak 50 meter - 70 meter dari pemukiman warga.

Retakan baru ini terjadi di bekas longsoran sebelumnya. Ukuran retakan yaitu panjang mulai dari 2 meter hingga 50 meter, lebar 5 - 10 Cm, dan kedalaman 6 - 40 Cm.

"BPBD Kabupaten Purbalingga melakukan kordinasi dan asesment bersama Forkompimcam Pengadegan, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan apabila hujan terjadi dengan durasi cukup lama," lanjut BPBD dalam keterangan tertulisnya.

BPBD menghimbau perangkat desa dan warga apabila EWS berbunyi kembali segera mengecek alat dan pergerakan tanah di sekitaran titik longsor dan menutup rekahan tanah agar air tidak masuk.

"Kesimpulannya masih berpotensi terjadi gerakan tanah secara perlahan," uajrnya lagi.

Load More