Jika ditelusuri pada masa lampau, tempat ini merupakan pabrik yang dulu saat awal dibangun oleh Ros Taylor. Hingga aturan nasionalisasi pasca kemerdekaan membuat nama Glenmore Estate diganti.
Saat kalian datang ke sini, di halaman pabrik sudah berdiri kokoh Lokomotif Uap yang pada bagian mesin lokomotif, tertulis Ruston Proctor & CL Lincoln England, sebuah perusahaan yang memproduksi mesin teknologi pertanian tenaga uap terbesar sejak 1857.
Tidak berhenti di situ, di bangunan utama yang digunakan untuk tempat tinggal Sinder tetap mempertahankan arsitektur bangunan dengan gaya eropa. Sinder secara etimologi berasal dari bahasa Belanda “Opziener” atau “Opzichter. Ini digunakan untuk menyebut pengawas pekerja di area Perkebunan.
2. Pipa Sarengan
Tidak dipungkiri jika masa kolonial Belanda beragam infrastruktur dibangun untuk mendukung kegiatan ekonomi.
Tidak hanya jalur kereta api hingga ramalan Jaya Baya, jawa berkalung besi terbukti, atau pembukaan jalur Anyer Panarukan hingga memudahkan mobilitas jalur ekonomi di pantura Jawa.
Lebih dari itu sisi lain yang masih bisa dinikmati di Glenmore Banyuwangi dengan nuansa eropa ialah masih berfungsinya Pipa Sarengan.
Pipa kuno peninggalan Belanda ini berdiameter 50 cm dan mempunyai panjang 500 meter dan hingga kini mampu menjadi media mengalirnya air untuk memenuhi kebutuhan warga di Desa Margomulyo.
Selain mengairi berhektar-hektar lahan persawahan dan air minum warga, Pipa Sarengan ini juga memenuhi kebutuhan air di Pabrik Perkebunan Glenmore. Bahkan tidak jarang saat berkunjung ke lokasi ini kita akan bareng dengan wisatawan asal Belanda yang juga menuju ke sini.
Baca Juga: Pentingnya Rutin Mengganti Seprei untuk Kesehatan, Hindari Kuman
Sebab tidak sedikit hotel di Kecamatan Glenmore dan Kalibaru yang membuka trip wisata ke bangunan-bangunan bernuansa eropa yang masih tersisa.
3. Jembatan Kudung Kendeng Lembu
Jika Surabaya memiliki Jembatan Merah yang memiliki cerita panjang sejarah masa kolonial. Di Glenmore juga tidak kalah, warga sekitar menyebutnya Jembatan Kudung Kendeng Lembu.
Istilah kudung berasal dari bahasa Indonesia yang berarti penutup kepala. Itu muncul lantaran jembatan tersebut memiliki atap sehingga diberi nama oleh masyarakat setempat Jembatan Kudung.
Berada di jalur masuk Perkebunan Kendenglembu di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore, lokasi ini berjarak 10 kilometer dari jalur nasional. Jembatan yang saat ini masih tetap di gunakan oleh masyarakat sekitar sudah ada sejak tahun 1914.
Jembatan Kudung dibangun oleh perusahaan swasta Belanda yang bernama Landbouw Maatschappij Onderneming David Bernie (NV Rubber Cultur Mij Kendenglembu).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Belanja Lampu Ecolink Kualitas Terbaik di Blibli
-
Resmi! ASN Jateng Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai April 2026: Pelayanan Publik Tetap Prioritas!
-
Gedung KONI Manado Rusak, BMKG: Gempa Akibat Deformasi Kerak Bumi
-
Kelebihan Sepatu Lari PUMA NITRO
-
Warga Belanja di Korsel Bisa Bayar lewat QRIS
-
Mengenal Oud hingga Amber: Tren Parfum Timur Tengah yang Kini Jadi Favorit di Indonesia
-
Spesifikasi dan Harga POCO F8 Terbaru di Blibli
-
Geger di Pati, Ini 7 Fakta Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Hutan Sitiluhur
-
Dari Potensi Lokal ke Ekonomi Kuat, Desa Pajambon Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Warga Tewas Tertimpa Kanopi