PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Angin kencang meporak-prandakan Rowokele, Keebumen, Jawa Tengah pada Kamis 17 November 2022, sekitar pukul 13.00 WIB. Angin kencang menerbangkan atap sebuah rumah makan dan merobohkan tembok sepanjang 35 meter.
Kejadian bermula saat hujan lebat diikuti angin kencang di lokasi kejadian. Atap rumah makan Cak Mino milik Jatmiko yang terbuat dari galvalum terbang tertiup angin. Lalu dinding pemancingan ikan sepanjang 25 meter milik Prana yang terbuat dari bata ringan juga menjadi sasaran keganasan angin puting beliung.
"Saat kejadian, orang yang ada di lokasi bergegas menyelamatkan diri masing-masing. Jadi hanya kerugian materiil saja," kata Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, Jumat 18 November 2022.
Selanjutnya berdasarkan keterangan Kapolsek Rowokele AKP Diyono, kejadian puting beliung berlangsung kurang lebih 10 menit.
"Kejadiannya lumayan lama. Kurang lebih 10 menitan. Setelah cuaca mereda, kami Polsek Rowkele bersama dengan Koramil langsung le lokasi dan melakukan pendataan," jelas AKP Diyono.
Polres Kebumen mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena cuaca buruk masih terus terjadi di beberapa titik di Kebumen.
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor, serta rawan banjir juga harus lebih waspada pada situasi sekarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung