PURWOKERTO.SUARA.COM - Enner Valencia menjadi pahlawan saat Ekuador mengalahkan Qatar 2-0 untuk mengawali laga Grup A Piala Dunia FIFA. Ia tampil sebagai man of the match setelah memborong dua gol.
Sebelumnya pemain berusia 33 tahun itu mencetak gol awal yang dianulir karena offside oleh VAR. Namun ia kemudian mencetak dua gol melalui penalti dan menggandakan keunggulan dengan gol sundulan keras.
Tuan rumah Qatar yang didukung oleh pendukung mereka yang luar biasa, melakukan perlawanan untuk menemukan jalan kembali ke permainan. Tapi Almoez Ali yang jadi andalan melewatkan peluang bagus.
Sundulan dari jarak enam yard setelahmenerima umpan dari Hassan Alhaydos gagal berbuah gol.
Valencia mencatatkan momen emas saat melaju ke gawang dan dijegal oleh Saad Alsheeb. Striker Fenerbahce itu bangkit dan mengecoh kiper ke arah yang salah dari titik penalti. Gol pertama Ekuador tercipta.
Valencia telah mencetak lima gol Piala Dunia terakhir Ekuador. Dia sekarang adalah pencetak rekor langsung mereka di pameran global – perbedaan yang sebelumnya dia bagi dengan Agustin Delgado.
“Dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Ekuador, dia mengalami masa-masa sulit, dia sering ditanyai di Ekuador. Dia berhasil mencetak gol, yang sangat berarti baginya,' kata Gustavo Alfaro di Enner Valencia.
“Kami memiliki banyak ruang untuk perbaikan. Tidak ada alasan, kami memulai dengan buruk... kegugupan dan tanggung jawab telah mempermainkan kami,” ucap Feliz Sánchez.
Baca Juga: Cara Mudah Menggunakan Fitur Ganjil-Genap di Google Maps
Berita Terkait
-
Pemain Bintang Ini Tak Dapat Bersinar Di Piala Dunia 2022 Akibat Cedera, Siapa Saja?
-
Begini Tampilan Jika Dua Mega Bintang Sepak Bola Dunia dalam Satu Brand Fesyen
-
Sederet Bintang Piala Dunia 2022 dengan Kekayaan Fantastis
-
Jungkook BTS Akan Tampil di Puncak Pembukaan Piala Dunia 2022, Ini Link Live Streamingnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya