PURWOKERTO.SUARA.COM – Sanitasi di posko pengungsian Gempa Cianjur yang masih buruk membuat banyak anak mulai sakit. Tak sedikit dari mereka yang diserang batuk pilek, demam, dan diare. Bahkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia juga mengancam kesehatan anak-anak.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah menyampaikan, sanitasi menjadi salah satu permasalahan yang patut diselesaikan segera di posko pengungsian gempa. Sebagaimana hasil pengawasan KPAI di 3 titik pengungsian, yaitu Desa Sukamaju, Desa Mekar Sari, dan Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur, sanitasi yang tersedia belum optimal.
Upaya penyediaan sanitasi juga sudah dikoordinasikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bahwa kebutuhan sanitasi yang baik sangat penting agar menghindari permasalahan penyakit yang dapat muncul di posko pengungsian korban gempa.
"Tapi sesuai arahan kemarin dari pihak BNPB) akan melakukan langkah-langkah penanggulangan untuk soal sanitasi dengan Kementerian PUPR," lanjut Ai dikutip Antara. Senin, (28/11/2022).
Tidak hanya berkaitan dengan sanitasi KPAI juga mendorong sejumlah kementerian memberikan pelayanan psikologi terhadap anak-anak korban gempa Cianjur, Jawa Barat, agar bisa pulih dari trauma.
Ai Maryati menyebutkan rekomendasi layanan psikologis untuk anak-anak ini disampaikan kepada Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dan Baznas RI. Sebagai contoh, anak-anak diberi kegiatan yang menyenangkan seperti bermain dan bercerita untuk bisa melewati masa-masa bencana tersebut.
“Penting membangun kolaborasi antar lembaga pemerintahan untuk memberikan layanan psikososial dan dukungan keluarga terutama anak-anak yang saat ini masih minim penanganan,” kata Maryati dikutip dari Antara.
Dia menyarankan korban terdampak psikologis agar segera dilakukan penanganan dengan melibatkan psikolog berdasarkan tingkat trauma sang anak apakah termasuk ringan, sedang, atau berat.
Maryati berharap dengan pulihnya anak-anak dari trauma maka mereka bisa berkumpul bersama teman dan keluarga serta bersemangat untuk bersekolah. Terkait hal itu, KPAI sudah menjalankan fungsi pengawasan untuk setiap bantuan yang diberikan pemerintah selama periode 24-26 November 2022.
Baca Juga: UMP Jateng 2023 Naik 8,01 Persen, Begini Rincian Besarannya
Pengawasan ini berada di tiga titik posko pengungsian yakni Desa Sukamaju, Desa Mekar Sari, dan Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur. Dalam hasil pengawasannya, Maryati beserta jajaran KPAI mengajak seluruh warga masyarakat Cianjur menjadi bagian dalam melindungi anak-anak korban gempa sesuai dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Anak-anak yang menjadi korban bencana alam memiliki hak atas pemenuhan hak dan perlindungan agar mendapat penanganan yang sesuai tumbuh kembang diri mereka,” jelas Maryati.
Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 321 orang meninggal dunia akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat terhitung hingga Minggu (27/11/2022) kemarin.*(ANIK AS)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar