/
Selasa, 06 Desember 2022 | 21:51 WIB
Pemandangan kawasan wisata Bromo Jawa Timur. ((Instagram @gunungbromo))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Ritual Megeng Wulan Kapitu yang digelar Suku Tengger di lereng gunung Bromo membuat kunjungan wisata ke kawasan tersebut dibatasi saat pembukaan dan penutupan Wulan Kapitu, dikarenakan ada ritus adat.

Bambang Suprapto Sekretaris Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger mngatakan Kawasan wisata Gunung Bromo akan dibatasi agar kearifan lokal tersebut berjalan dengan khidmat.

Menurutnya, pembatasan itu sesuai dengan Keputusan Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger dalam musyawarah pada 22 November 2022 dan hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 277/Pemb/PDP-Tengger/XI/2022.

Dikutip Antara, pembukaan Wulan Kapitu dimulai pada Jumat (23/12/2022) pukul 18.00 WIB sampai dengan hari Sabtu (24/12/2022) pukul 18.00 WIB.

Sementara itu penutupan Wulan Kapitu jatuh pada 21 Januari 2023 mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan 22 Januari 2023 pukul 18.00 WIB.

“Awal dan akhir bulan Wulan Kapitu, kami laksanakan Tapabrata antara itu ya mutih karena ada Tapabrata seperti Nyepi, maka harus steril dari kendaraan bermotor,” tuturnya.

Bambang menjelaskan, kunjungan wisata pada pembukaan dan penutupan Wulan Kapitu dibatasi sehingga kendaraan bermotor pengunjung dari arah Kabupaten Probolinggo dibatasi sampai di Cemara Lawang.

Sedangkan untuk pengunjung dari arah Kabupaten Pasuruan dibatasi sampai di Pakis Binjil, serta dari arah Kabupaten Malang dan Lumajang kendaraan bermotor dibatasi di Jemplang.

Untuk spot wisata yang tidak dapat dikunjungi dengan kendaraan bermotor diantaranya Gunung Bromo, Laut Pasir, Savana, dan Mentigen.

Baca Juga: Ahlan Wasahlan! Cristiano Ronaldo Gabung Al Nassr Saudi Januari 2023

“Selama pembukaan dan penutupan Wulan Kapitu tersebut akan ada batasan bagi pengunjung atau wisatawan Gunung Bromo,” katanya.

Wisata tetap dibuka, tapi tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor sehingga harus jalan kaki atau berkuda. Ada beberapa spot wisata di Gunung Bromo yang masih bisa dikunjungi dengan kendaraan bermotor seperti Gunung Penanjakan.

Bukit Kedaluh dan Bukit Cinta karena berada di luar batasan yang ditetapkan Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger. Wulan Kapitu atau bulan ketujuh dalam Kalender Suku Tengger oleh sesepuh atau tokoh masyarakat dianggap sebagai bulan yang disucikan karena pada bulan itu, masyarakat Suku Tengger melaksanakan laku puasa mutih selama satu bulan penuh.

“Mereka hanya mengonsumsi makanan seperti air mineral, nasi putih, tanpa adanya bahan bumbu penyedap rasa. Ritual itu dilakukan untuk menahan perilaku atau sifat keduniawian dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujarnya.

Sementara Bambang Julius Wijanarko Camat Sukapura berharap, wisatawan yang berkunjung selama Wulan Kapitu menghargai kearifan lokal warga Tengger.

Jika berkunjung ke Bromo, diminta untuk mematuhi aturan yang ditetapkan baik oleh aturan adat maupun dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Load More