/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 21:06 WIB
Beras Indonesia (ilustrasi)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Bank Dunia menyebut harga beras Indonesia tertinggi se-Asia Tenggara. 

Menurut Laporan Bank Dunia yang bertajuk Indonesia Economic Prospect (IEP) December 2022, tingginya harga beras di Indonesia ini bahkan telah terjadi selama 10 tahun terakhir.

"Harga beras Indonesia secara konsisten adalah yang tertinggi di Asia Tenggara selama dekade terakhir," tulis Bank Dunia dalam laporan itu yang dikutip, Senin (19/12/2022

Bank Dunia menyebut harga beras di Indonesia lebih tinggi 28% dari harga di Filipina. Bahkan lebih mahal dua kali lipat dari negara Vietnam, Kamboja, Myanmar dan Thailand.

Bank Dunia menyebut mahalnya harga beras itu diakibatkan adanya pembatasan tarif impor, monopoli impor BUMN, dan hal lainnya. 

"Rantai pasok yang panjang dan biaya distribusi yang tinggi juga penyebab harga pangan itu tinggi bagi konsumen di negara tersebut," kata Bank Dunia.

Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo mengaku bingung dengan laporan Bank Dunia itu. Syahrul meminta Bank Dunia untuk segera mengoreksi laporan yang dikeluarkan. 

Ia pun meragukan data-data yang jadi bahan dasar laporan Bank Dunia tersebut. 

Ia mengklaim harga beras di Indonesia tidak pernah di atas HPP yang sebesar Rp 12.500/kg. Dia pun mengklaim justru harga beras di dalam negeri terendah kedua di Asia.  

Baca Juga: Hasil Uji Terbaru, BPOM RI Nyatakan 332 Produk Obat Sirop Aman Dikonsumsi

"Beras kita tidak pernah di atas Harga Pokok Penjualan atau HPP. Harga beras kita nomor dua terendah yang ada di Asia bahkan," ujarnya di Jakarta yang ditulis Rabu (21/12/2022).

Jadi, data mana dia pakai? Secara umum belum pernah di atas HPP yang kita terapkan, belum pernah di atas Rp 12.500 kan,"katanya


Sumber : suara.com

Load More