PURWOKERTO.SUARA.COM- Saat bekerja sebagai pegawai kantoran pasti kalian akan dihadapkan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan etika pekerjaan, termasuk dalam hal berkirim pesan ketika di luar jam kerja.
Tujuannya agar menjaga hubungan yang baik antar rekan kerja dan memastikan bahwa pekerjaan kalian berjalan dengan lancar di kantor, ada baiknya kamu tahu bagaimana cara untuk mengirim pesan ke rekan kerja ketika di luar jam kerja.
Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita mengirim pesan kerja di luar jam kerja, yakni:
1.Mulai dengan perkenalan dan permintaan maaf
Sebelum mengirim pesan pastikan kalian telah memperkenalkan diri dan meminta maaf telah mengganggu waktu istirahat. Beri tahu si penerima bahwa kalian mengirim pesan di luar jam kerja, sertakan dengan permintaan maaf karena memang waktunya tidak tepat. Hal akan membantu si penerima mengetahui bahwa mereka tidak harus segera menanggapi pesan kamu.
2.Jangan memaksa untuk segera membalas pesan yang kalian kirim
Setelah memperkenalkan diri dan meminta maaf dengan bahasa yang sopan, lalu dilanjut dengan maksud dan tujuan. Sampaikan, kalau kalian tidak memaksa pesan ini untuk di balas dengan segera. Memberi orang lain waktu luang untuk menanggapi pesan kamu di luar jam kerja mereka akan membuat mereka merasa lebih nyaman dan tidak tertekan.
3.Fokus pada inti permasalahan
Jelaskan secara jelas tujuan kalian mengirim pesan sehingga penerima pesan dapat memahaminya dengan mudah. Langsung fokus ke inti permasalahan, jangan terlalu banyak bertele-tele agar lebih cepat dipahami oleh penerima. Semakin berbelit-beli akan terasa semakin mengganggu bagi si penerima.
4.Usahakan untuk meminimalisir action yang diharapkan dari mereka
Selanjutnya, jangan meminta orang yang kalian kirim pesan untuk melakukan pekerjaan di luar jam kerja mereka tanpa alasan yang sangat penting. Hal ini akan membuat orang lain merasa tertekan karena diminta bekerja di luar jam kerja. Namun, apabila memang harus, maka jangan lakukan untuk jenis pekerjaan yang berat.
5.Sampaikan terima kasih
Selama mengirim pesan pastikan menggunakan bahasa yang sopan dan respek hindari menggunakan ejaan yang terlalu santai. Dan yang terakhir sampaikan ucapan terima kasih yang paling tulus agar ucapan tersebut sampai ketulusanya pada si penerima pesan.
Perlu diingat, pastikan kamu tidak menggunakan bahasa yang kasar atau tidak sopan saat mengirim pesan kerja di luar jam kerja, dan jangan mengirim pesan kerja di luar jam kerja secara terus-menerus.
Baca Juga: Mau Touring? Ini Tips Aman Berkendara Kelompok di Jalan Raya
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
-
Karhutla Riau Meluas Jadi 3.456 Hektare, Status Siaga Darurat Masih Berlaku
-
Sunscreen Apa yang Bagus? Ini 6 Rekomendasi yang Mencerahkan Wajah dan Anti Whitecast
-
Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Jonatan Christie: Indonesia Open Ini Salah Satu Wishlist Saya
-
72 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 April: Klaim Arrival Animation dan Gloo Wall Undersea
-
Jens Raven Menangis Haru Saat Dapat Panggilan Perdana Timnas Indonesia Senior
-
Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?