/
Senin, 16 Januari 2023 | 07:57 WIB
Peta indeks ultraviolet sinar matahari. (BMKG)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Beberapa hari terakhir, udara terasa amat panas. Matahari bersinar terik. Hujan pun minim. Banyak yang bertanya-tanya fenomena apa yang menjadi penyebabnya. Ini penjelasan BMKG.

BMKG memaparkan, udara panas mulai terasa sejak 9  Januari 2023. Puncaknya terjadi pada 12 Januari 2023 dengan suhu mencapai 35,4 °C.

BMKG menjelaskan udara panas belakangan terjadi karena beberapa hal. Pertama tutupan awan yang minim. 

Berkurangnya tutupan awan membuat paparan sinar matahari langsung ke permukaan bumi. Hal ini membuat sinar matahari terasa terik dan suhu udara begitu menyengat.

Tanpa tutupan awan, radiasi matahari optimum mencapai permukaan bumi. Akibatnya udara terasa panas.

Selain itu jeda hujan juga terjadi. Hujan membuat udara terasa sejuk. Namun belakangan hujan makin minim sehingga udara terasa amat panas.

Berkurangnya tutupan awan dan jeda hujan disebabkan blocking Monsun Asia.  Sering muncul pusaran angin di Samudra Pasifik sebelah barat dan laut Cina Selatan membuat aliran udara lembab udara dari utara terhambat.

Sementara intrusi udara kering dari selatan semakin dominan. Maka peningkatan suhu sangat terasa di bagian selatan Indonesia.

Prakiraan cuaca hari ini menunjukkan udara panas masih akan terasa di Pulau Jawa. Udara panas mulai terasa pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Suhu mulai mereda sore pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Nahdlatul Ulama Ingin Cetak Atlet Berkarakter Positif Melalui Ajang Porseni NU

Load More