/
Sabtu, 28 Januari 2023 | 22:22 WIB
Warga melewati halaman rumah yang terendam akibat banjir. ((Foto. Antaranews.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi hingga 2 Februari 2023.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan yang mewanti-wanti masarakat untuk potensi bencana hidrometeorologi yang dimaksud seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi.

Menurut Taufik,  berdasarkan analisis kondisi iklim, wilayah Jawa Timur saat ini masih berada pada puncak musim hujan. Hal ini terlihat dari kondisi dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur.

“Saat ini masih cukup signifikan dapat mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan,” kata Taufik, Sabtu (28/1/2023).

Taufiq menjelaskan, adanya pola tekanan rendah di Australia bagian Barat yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jawa Timur sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Selain itu potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh aktifnya La Nina, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin di wilayah Jawa Timur yang dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

Wilayah terdampak yaitu Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan.

Selain itu kawasan Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Bojonegoro, Ponorogo, Pacitan, Kota Blitar, dan Kota Malang.***

Baca Juga: Sedang Berlangsung, Link Live Streaming Fulham vs Sunderland di FA Cup 2022/23

Load More