PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pembayaran penghasilan tetap (Siltap) aparatur desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah kini menggunakan Sistem Cash Management System (CMS). Dana Siltap langsung dikirim ke rekening aparatur desa.
Selain lebih cepat, dengan sistem CMS distribusi Siltap semakin transparan sehingga bisa mencegah penyalahgunaan anggaran.
Berdasarkan verifikasi dan konsolidasi, ADD tahun ini menurun sebesar Rp660 juta. Penurunan ADD terjadi karena kekosongan perangkat desa.
Dari total 449 desa yang ada di Kebumen, 42 di antaranya mengalami penurunan ADD. Totalnya mencapai Rp660.252.000. Hal ini disebabkan ada beberapa perangkat desa yang meninggal atau mengundurkan diri.
"Secara otomatis tidak bisa dibayarkan, sehingga kemudian terjadi penurunan ADD. Tadi disebut ada 42 desa dengan total Rp660 juta," ujar Bupati Kebumen dalam rapat bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa beserta para camat se Kabupaten Kebumen di ruang Arungbinang, Kamis (9/2/2023).
Menurut Bupati, sitem by name by address pada CMS, pembayaran harus sesuai peruntukannya tidak boleh digunakan untuk hal lain.
"Anggaran ini memang harus terdistribusi ke masing-masing orang, nggak boleh ke yang lain. Kalau terjadi kekosongan perangkat, ya tidak bisa lagi dibayarkan," kata Bupati.
Pemerintah tetap menganggarkan ADD sesuai jumlah perangkat desanya. Namun, ketika terjadi kekosongan, maka anggaran selanjutnya akan dimasukan ke dalam Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), dan akan kembali digunakan sesuai mekanisme dan aturan yang ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Dispermades Kebumen, Cokro Aminoto menambahkan, ADD bersumber dari APBD. Besaran ADD pada 2023 sebesar Rp177.704.219.000,00 yang sudah diatur secara profesional untuk setiap desa di Kebumen.
Baca Juga: Kongkow Bareng Cak Imin Bahas Koalisi Perubahan, Airlangga: NasDem Masih Tahan Diri
Penetapan besaran ADD setiap desa kata Cokro, ditetapkan sesuai dengan alokasi dana pokok, alokasi dana minimum dan alokasi dana variabel.
"Misalnya luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga miskin, dan keterjangkauan. Semuanya dihitung," ucap Cokro.
Adapun untuk penurunan ADD seperti yang disebutkan di atas, jumlahnya bermacam-macam, tiap desa berbeda-beda ada yang sampai Rp 32 juta, Rp 23 juta, bahkan ada juga sampai Rp 78 juta.
"Untuk ADD-nya yang terbesar di Kebumen itu Desa Lembupurwo, Rp606 juta, terkecil Kembaran sebesar Rp228 juta," terangnya.
ADD salah satunya digunakan untuk pemberian penghasilan tetap dan tunjangan jabatan kepala desa dan perangkatnya. ***
Berita Terkait
-
Sebagian Perangkat Desa Meninggal dan Mundur, ADD di Kebumen Menurun
-
Papdesi Sulsel Konsolidasi Organisasi, Perkuat Ketahanan dan Kesejahteraan Desa
-
Proses Pencairan Dana Hibah untuk Desa Wisata Disebut Dispar Sleman Sudah Sesuai Prosedur
-
Wow, Gaji Kepala Desa di Tanah Bumbu Rp7 Juta per Bulan Belum Termasuk Tanah Bengkok
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
-
7 Skincare Bengkoang untuk Mencerahkan Wajah, Kulit Glowing Mulai Rp6 Ribuan
-
Justin Hubner Ungkap Perbedaan 3 Pelatih Timnas, Herdman Disebut Paling Detail
-
Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana
-
Diterpa Hujan dan Angin, Atap Stadion Indomilk Arena Rusak
-
MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi
-
Proses Kreatif Maudy Ayunda di Balik Soundtrack Film Para Perasuk
-
Bolehkah Retinol dan Niacinamide Dipakai Bersamaan? Ini Panduannya
-
Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
-
Siapa Egi Fazri? Viral karena Merasa Mirip Vidi Aldiano