PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA- Pembangunan di desa adalah motor penggerak. Pemerintah Kabupaten Purbalingga di bawah kepemimpinan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi dan Wakil Bupati Sudono menjadikannya sebagai misi yang dijadikan prioritas.
“Misi kita yang ke 6 adalah meningkatkan pembangunan berbasis desa dan kawasan perdesaan melalui optimasi penyelenggaraan pemerintahan desa dan pemeberdayaan masyarakat desa,” ujar Bupati Tiwi, Sabtu (04/03/2023).
Ia mengklaim pada 2022 tak ada lagi desa yang masuk kategori desa tertinggal di Kabupaten Purbalingga.
“Angka Indeks Pembangunan Desa kita terus naik dari tahun ke tahun,” kata Bupati Tiwi.
Pada publikasi KemendesPDDT Indeks Desa Membangun (IDM) Purbalingga sebesar 0,68 pada 2020, naik menjadi 0,69 pada 2021 dan kembali meningkat menjadi 0,71 pada 2022 yang menjadikan kategorinya meningkat dari berkembang menjadi maju.
Dari 224 desa yang ada di Purbalingga, sebanyak 137 masuk kategori berkembang, 81 kategori maju dan 6 desa masuk kategori mandiri.
Hal ini, salah satunya diklaim berkat program pembangunan desa seperti pembangunan / pemeliharaan dan penataan infrastruktur di desa seperti jalan desa, lapangan, kantor desa serta pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Pemkab mendorong percepatan program pembangunan desa melalui alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan alokasi pada tahun 2022 sebesar Rp 28, 241 milyar.
Kemudian, ada program penguatan kapasitas pemerintah desa seperti bantuan sarana dan prasarana, penerapan Siskeudes dan Siswaskeudes, pelatihan perangkat desa, penerapan desa digital dan penetapan desa tematik.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Suriah di Piala Asia U-20 2023 Malam Ini
Ketua Rukun Tetangga (RT) juga ditingkatkan perannya dalam pembangunan seperti dalam kegiatan validasi dan verivikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Berikutnya, ada program revitaslisasi pasar desa sejumlah 21 unit yang disertai dengan finalisasi regulasi pengelolaan pasar desa dan fasilitasi pemodalan untuk pedagangnya. Selain itu disertai pembangunan kawasan pasar berbasis potensi desa dan penggunaan QRIS untuk proses digitalisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Spider-Man: Brand New Day Rilis Trailer, 'Kelahiran Kembali' Peter Parker
-
Hari Ini, 35 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Gambir dan Pasar Senen
-
Konektivitas Udara: Faktor Penentu Kemenangan di Tengah Ketatnya Persaingan Destinasi Pariwisata
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Jakarta Gelar Car Free Night di Sudirman-Thamrin Saat Malam Takbiran
-
Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Dulu Bikin Jantungan, Kini Kokoh Menyatukan Jabar-Jateng: Wajah Baru Jembatan Merah Putih Banjar
-
Wamen HAM Soroti Perbedaan Informasi Polri-TNI dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!