PURWOKERTO.SUARA.COM – Penderita epilepsi ditandai dengan adanya gangguan sel saraf otak dan mengakibatkan kejang tak jarang berujung meninggal dunia.
Heri Subianto, dokter spesialis bedah saraf National Hospital Surabaya menyebut, penderita epilepsi yang sedang kambuh membutuhkan pertolongan orang sekitar.
Saat kejang, paling tidak ada empat penanganan pertama yang bisa diberikan. Pertama, penderita harus diposisikan miring dengan salah satu tangan lurus menyangga kepala.
“Jangan panik, jangan lari. Kalau memang ada telepon ambulans, lakukan. Sementara pasien sendiri, dimiringkan hadap lantai, jangan ditelentangkan. Tangannya menyangga kepala, diluruskan (tangannya). Kaki dibiarkan (kejang-kejang) aja,” kata Heri, dikutip Antara Sabtu (1/4/2023).
Kedua, seluruh pakaian yang mengikat harus dilonggarkan. Kemudian diupayakan tidak ada benda keras di sekitar penderita yang sedang kejang.
“Dihindarkan benda-benda keras di sekitarnya. Dibuka kalau ada dasi atau apa yang mengikat (di tubuh) itu dibuka, dilonggarkan,” tambahnya.
Ketiga, penderita epilepsi biasanya mengeluarkan muntahan dari mulutnya. Muntahan itu harus diusap.
“Diusap pakai sapu tangan. Jangan jijik. Itu gak bisa menular air liurnya karena epilepsi bukan penyakit menular,” sambungnya.
Keempat, idealnya 1-2 menit penderita akan berhenti kejang dan sadar perlahan. Tapi penderita tidak boleh diberi makan dan minum termasuk air mineral sampai 30 menit atau satu jam setelahnya.
Baca Juga: Asal Usul Nama Mohammad Mahfud Berubah Jadi Mahfud MD, Ini Kisah Unik di Baliknya
“Mestinya 1-2 menit. Kalau 5 menit masih kejang langsung bawa rumah sakit atau biasanya kalau di rumah, sudah ada obatnya yang dimasukkan lewat dubur itu. Kalau sudah sadar, duduk, jangan kasih minum. Tunggu setengah atau satu jam sampai benar-benar sadar,” tuturnya.
Heri menyebut dari banyaknya jenis epilepsi, gejala yang ditunjukkan sama, yaitu kejang. “Epilepsi lobus temporal, epilepsi frontal, dan osivitas. Secara medis beda tapi secara klinis ya kejang,” katanya.
Penyebab paling banyak di Indonesia karena trauma kecelakaan. Disusul kedua karena infeksi otak, dan gangguan perkembangan otak selama dalam kandungan.
“Misal ibunya kena infeksi rubella, itu bisa memengaruhi janin, atau pas lahir kecantol (tersangkut) tali pusar gak segera keluar. Atau semua normal, tapi kena infeksi di awal-awal pascadilahirkan. Keturunan ada tapi dibawah 10 persen.” ucap Heri.
Ia berharap masyarakat memberi dukungan pada penderita epilepsi untuk sembuh selain meminum obat.
“Itu bisa sembuh. Ditandai dengan 10 tahun evaluasi tidak ada gejala. Lima tahun pertama dengan obat gak kejang, lima tahun lagi tidak dengan obat gak kejang jadi 10 tahun,” pungkasnya.***
Tag
Berita Terkait
-
Kebiasaan Menghangatan Makanan Bersantan Ternyata Tidak Baik, Ini Alasanya Pakar Nutrisi dari UI
-
Tips Menghilangkan Ngantuk dan Lemas saat Puasa
-
Hikmah Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan, Mulai dari Kesehatan Hingga Amal Pahala yang Melimpah
-
Praktisi Kesehatan Sebut Oralit Bukan untuk Mencegah Dehidrasi Waktu Berpuasa
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Garuda Calling! Bek Kendal Tornado FC Youth Davin Armadheni Dipanggil Seleksi Timnas U-20
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?