Oleh karenanya, baik Shofiati maupun Rose mempersembahkan prestasi untuk TP PKK Brebes dan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan hadiah berupa uang tunai Rp 5 juta itu.
“Rencana hadiah ke depannya untuk PKK. Karena kita mewakili dari PKK Kabupaten Brebes. Nanti terserah untuk kabupaten untuk dimanfaatkan untuk apa. Yang jelas untuk kemajuan PKK Brebes. Saya dari Pokja 3 mungkin bisa dimanfaatkan untuk lebih kita sering ikut event-event. Tapi nggih semua tergantung anggota,” ujarnya.
Pada lomba memasak itu, Juara I diraih TP PKK Kabupaten Brebes, Juara II TP PKK Kabupaten Batang, dan Juara III TP PKK Kabupaten Jepara
Wakil Ketua II TP PKK Jateng Indah Sumarno tak menyangka jika event lomba memasak Soto Sokaraja akan seseru ini.
Bahkan, juri sempat kewalahan menentukan siapa juaranya.
“Juri kesulitan menentukan juara. Keyword-nya adalah menyajikan Soto Sokaraja meski dari daerah berbeda,” kata Indah
Yang menarik dari lomba ini, jelasnya, hari itu seluruh ketua TP PKK di kabupaten/ kota di Jateng jadi koki dadakan.
“Ini sangat menarik. Intinya kita bisa bersinergi, bisa beradaptasi dengan perubahan dan mendukung semua perubahan pemerintah dalam rangka pertumbuhan ekonomi di Jateng,” ucapnya.
Juri lomba, Chef Irawan dari Elsotel Purwokerto menjelaskan, kriteria penilaian meliputi rasa, tampilan, kebersihan, dan bahan.
Baca Juga: Pekerja BTS yang Disandera Sudah Lepas dari KKB, Begini Keterangan Kapolda Papua
Namun, meski bahan yang dipakai bermacam-macam, seperti daging sapi dan ayam, namun cita rasa kuah menjadi poin penting dalam penilaian.
“Rasa soto dipengaruhi daerah. Masing-masing punya basic sendiri-sendiri. Tidak ada yang salah. Yang dilombakan sroto Sokaraja. Semua enak, tapi kami mencari yang rasanya menyerupai,” terangnya.
Sementara, Ketua TP PKK Banyumas Erna Husein yang juga menjadi juri menambahkan, khasnya sroto adalah kuah jernih bening, tidak pakai santan, pakai ketupat. Bumbunya menggunakan kacang, yang jika dicampur akan menjadi keruh. Untuk kaldu, bisa menggunakan daging sapi atau ayam, dengan pelengkap kerupuk warna warni dan kecambah.
Ketika ditanya, apakah dia yakin seluruh peserta bisa memasak sroto seperti aslinya?
“Nggak yakin. Karena sroto Sokaraja tidak sama. Rasa (soto) mereka tidak sama dengan Banyumas, karena mungkin mereka lebih suka manis, lebih suka manis,” ungkapnya.
Kendati begitu, menurut Erna, yang lebih penting dari penyelenggaraan lomba itu adalah bagaimana para Ketua TP PKK kabupaten/ kota dapat menyajikan keluarganya.
“Karena selama ini sibuknya luar biasa. Jangankan soto dengan banyak bumbu, untuk masak telur dadar mungkin tidak semuanya ada waktu. Ini juga untuk mencegah stunting.karena ada daging ayam, sapi,” tandas Erna (irumacezza)
Berita Terkait
-
Jadi Netizen Bijak dan Berakhlak Mulia Bersama Kemenkominfo, Literasi Digital dan Gebyar Budaya di Cilacap
-
Buntut Konflik Internal, Lima Kader Nasdem Purbalingga Log Out dan Nyaleg Lewat Gerindra
-
Belajar dari Kasus Inara Rusli yang Melaporkan Sang Suami Begini Arti Klarifikasi Laporan dalam Hukum Indonesia
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juto Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino
-
Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
Menaklukkan Gunung Malabar: Dari Sabana Indah hingga Tanjakan Mematikan
-
Setelah Mo Salah dan Robertson, Giliran Alisson Becker Berpotensi Angkat Kaki dari Liverpool
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar
-
Jadi Ketua DPRD Termuda Gowa, Kemampuan Bicara Fahmi Adam Bikin Geleng-Geleng
-
NCT Umumkan Proyek 10 Tahun Bertajuk NCT 2026 dengan Beragam Aktivitas
-
Kisah Tragis Petani di Grobogan, Tersambar Petir Saat Pulang dari Sawah
-
BRI Kembali Dipercaya Sediakan SAR untuk Jemaah, Pastikan Kebutuhan Haji 2026 Terpenuhi