PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik.
MoU ditandatangani oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanyo, SH dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jl.Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/5).
Setelah itu acara dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jabar dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kebumen.
Bupati Kebumen didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Moh Arifin dan Kepala BKPSDM Moh Amirudin.
Amirudin menyatakan, dengan MoU ini, ke depan Pemkab Kebumen bisa melakukan kerjasama dengan Pemprov Jabar di semua bidang. Baik itu tentang pariwisata, industri ekonomi, UMKM, komunikasi, pelayanan publik, dan juga tentang kepegawaian.
Saat ini, Pemkab Kebumen melalui BKPSDM melakukan PKS dengan BKD Pemprov Jabar berkaitan dengan asesmen ASN di Kabupaten Kebumen, untuk meningkatkan profesionalisme dan sistem merit ASN.
"Dalam sistem merit itu kan salah satunya ada asesmen untuk pegawai negeri sipil. Jadi pegawai negeri itu dinilai, sebenarnya itu dia pasnya dimana? Bakatnya, hobinya, talenta-nya itu dimana? Agar ketika mereka menempati posisi tertentu harapannya bisa eksplore," ujar Amirudin.
Selama ini, tutur Amirudin, di Kebumen asesmen terhadap PNS masih sangat terbatas, belum semua dilakukan karena beberapa keterbatasan.
"Dulu pernah dilakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan biayanya sangat mahal. Sedangkan di Pemprov Jabar sendiri asesmen ASN sudah dilakukan secara online. Tapi validitasnya sudah diakui dengan biaya cukup murah Rp130 ribu per orang," tuturnya.
Baca Juga: Bacaan Doa Dilancarkan Mengerjakan Ujian, Amalkan Sebelum Tes UTBK atau Interview Pekerjaan
Dengan asesmen ini diyakini bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN dengan meminimalisir anggaran daerah. Adapun bentuk penilaiannya tentu saja dengan sistem diklat dan tes inteligensia dengan masa berlaku minimal dua tahun. Setelah itu akan dilakukan asesmen secara berkelanjutan.
Menurutnya, asesmen ASN sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah khususnya bagi Tim Baperjakat sebelum menentukan kenaikan pangkat atau jabatan bagi ASN. Sebab, dengan melihat hasil asesmen tersebut semua kriteria sudah tersedia.
Sesuai arahan Bupati, pihaknya berharap, Pemerintah Kabupaten Kebumen bisa melakukan asesmen untuk para ASN secara mandiri.
Untuk itu, diperlukan beberapa syarat.
"Tentunya ke depan kita punya tim asesor atau tim penilai sendiri sehingga kita bisa melakukan asesmen untuk para ASN. Tentu saja infastrukturnya harus terpenuhi, artinya Tim asesor ini syaratnya harus punya sertifikasi, dan dengan MoU ini kita akan belajar. (Irumacezza)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim