PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cilacap Tahun 2023 masih defisit Rp 22,31 miliar.
Untuk mengatasinya, sejumlah sektor penghasil pendapatan asli daerah (PAD) akan dioptimalkan. Ini disampaikan Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Cilacap, Senin (26/6/2023).
Yunita mengungkapkan, secara umum Pendapatan Daerah terealisir sebesar Rp 3,293 triliun (99,86%) dari target sebesar Rp 3,297 triliun. Akan tetapi realisasi total Belanja Daerah mencapai Rp 3,40 triliun dari anggaran sebesar Rp 3,59 triliun (94,7%).
Pada pos Pembiayaan Daerah, Penerimaan Pembiayaan Tahun 2021 terealisir sebesar Rp 314,06 miliar, sedangkan Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 19,5 milyar dan Pembiayaan Netto sebesar Rp 294,56 milyar.
”Kebutuhan anggaran di Cilacap cukup tinggi. Tahun ini sebetulnya defisit Rp 147 milyar, harapannya bisa ditutup dengan SILPA yang ada. Tapi ada beberapa anggaran yang tidak bisa digunakan, di earmark oleh pusat”, terang Yunita.
Dijelaskan, berdasarkan perhitungan realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan, maka SILPA APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 185,66 milyar. Namun di dalamnya terdapat SiLPA earmark yang tidak dapat digunakan untuk pembiayaan dalam perubahan APBD 2023 sebesar Rp 60,83 milyar.
Rinciannya, SiLPA earmark dari Dana Alokasi Khusus Fisik dan Non Fisik, Sisa Bantuan Keuangan Propinsi, dan sisa DBHCHT sebesar Rp 22,47 milyar, dan SILPA earmark Dana BOS serta SILPA BLUD Rp 38,36 milyar rupiah. Sehingga secara riil SiLPA Tahun 2022 yang dapat digunakan untuk menutup defisit APBD 2023 hanya Rp 124,82 milyar.
Dari rencana defisit APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 147,13 milyar, SILPA riil yang dapat digunakan untuk menutup defisit sebesar Rp 124,82 milyar rupiah. Sehingga defisit APBD Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 22,31 milyar.
Plt. Ketua DPRD Kabupaten Cilacap, Purwanto mengungkapkan, ada beberapa sektor pendapatan yang harus didorong untuk menutup defisit yang ada. Pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah OPD yang mengelola sektor-sektor PAD yang masih dapat dioptimalkan.
Baca Juga: Cuma 23 Km dari Kota Semarang, Wisata Air Terjun Ini Cocok untuk Libur Lebaran Iduladha
”Ada sekian OPD yang menjadi sumber pendapatan. Nanti kita akan koordinasi agar kebocoran yang terjadi bisa ditutup. Sehingga potensi pendapatan yang selama ini hilang bisa masuk ke kas daerah,” tandasnya (irumacezza)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Batal Debut September 2026, Ini Bocoran Tanggal Peluncuran iPhone Fold Terbaru
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony
-
Cerita Warga Kampung Nelayan Sejahtera Indramayu, Lebaran Perdana di Rumah Baru dari Pemerintah
-
Kisah Penebusan Dosa dan Keteguhan Prinsip dalam Hidup di Novel Janji
-
Gen Z di Hari Raya: Antara Kewajiban Tradisi dan Realita Zaman
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
-
Pemain Timnas Indonesia yang Malas Wajib Was-was! Steven Vitoria Bongkar Sisi Keras John Herdman
-
Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya
-
CD Projekt Sedang Garap Game Baru, Penerus The Witcher dan Cyberpunk?