PURWOKERTO.SUARA.COM, Dataran tinggi Dieng menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai penjuru tanah air hingga mancanegara.
Daya tarik kawasan ini sudah diakui. Banyak objek wisata alam maupun budaya yang menarik dikunjungi.
Kesan saat berada di kawasan Dieng adalah hawa dingin hingga membuat tubuh menggigil.
Berada di Dieng serasa berada di puncak gunung. Memang benar, kawasan wisata Dieng, khususnya Desa Dieng Kulon, Desa Dieng Wetan dan sekitarnya memiliki ketinggian di atas 2000 mdpl atau setara dengan puncak-puncak gunung pada umumnya.
Bedanya, jika warga ingin mencapai puncak gunung-gunung lain, mereka harus berjalan mendaki berjam-jam.
Yang dijumpai di sepanjang jalan hanya hutan belantara. Namun tidak dengan Dieng.
Untuk mencapai ketinggian di atas 2000 mdpl Gunung api itu bisa menggunakan kendaraan tanpa harus capek berjalan kaki.
Bahkan menariknya, kawasan setinggi itu justru padat pemukiman dan berkembang banyak desa.
Pendapatan per kapita warga bahkan cukup tinggi karena majunya pariwisata dan pertanian kentang.
Baca Juga: Berjarak 15 Km dari Alun-alun Banjarnegara, Gunung Api Purba Ini Masih Dihuni Harimau
Ini yang membuat desa-desa di kawasan Dieng cukup maju atau sejahtera masyarakatnya.
Namun bukan tanpa konsekuensi tinggal di kawasan Dieng. Penduduk lokal harus bersahabat dengan dinginnya cuaca, bahkan terkadang minus 0 derajat celcius hingga membeku.
Di antara desa tertinggi di kawasan Dieng, bahkan diklaim desa tertinggi di pulau Jawa adalah Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Wonosobo.
Desa ini berada di ketinggian sekitar 2300 mdpl. Otomatis wilayah ini sangat dingin.
Kawasan ini juga kerap dilanda suhu beku hingga muncul fenomena embun es atau bun upas.
Bukan hanya hawa dingin yang menggoda, desa ini juga memiliki pemandangan alam yang eksotis.
Desa ini juga memiliki beberapa objek wisata alam yang memukau, di antaranya Bukit Sikunir dan Telaga Cebong.
Tag
Berita Terkait
-
Alasan Timnas Indonesia U-23 Bisa Lolos Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Gegara Ada Shin Tae-yong?
-
Cuma 21 Km dari Alun-alun Magelang, Tempat Wisata Religi Ini Miliki Arsitektur yang Menarik: Punya Bentang Alam yang Menakjubkan!
-
248 Km dari Kota Purwokerto! Ada Lapangan Bola Berstandar FIFA di Tengah Desa: Miliki Kualitas Rumput yang Nggak Biasa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta