PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Masyarakat Kabupaten Banjarnegara tentu tidak asing dengan Gunung Pawinihan di Kecamatan Banjarmangu. Gunung ini berjarak sekitar 15 kilometer dari alun-alun kota Banjarnegara.
Gunung itu tampak menjulang jika dilihat dari Kota Banjarnegara. Ketika memasuki wilayah Banjarmangu, pengendara akan disuguhi pemandangan gunung Pawinihan yang tampak gagah.
Gunung itu seakan menjadi ikon Kecamatan Banjarmangu. Beberapa desa di Kecamatan Banjarmangu berada di lerengnya.
Karena berada di lereng, desa-desa itu berhawa sejuk. Gunung Pawinihan bukan lah gunung api aktif.
Gunung itu juga tidak terlalu besar sebagaimana gunung-gunung lain di Jawa Tengah.
Namun berdasarkan sumber terpercaya, gunung itu merupakan gunung api purba. Gunung ini pun menarik perhatian peneliti geologi.
Puncak gunung Pawinihan bisa dicapai hanya dengan menempuh perjalanan kaki kurang lebih 2 jam.
Jalur pendakian bisa melalui beberapa pintu, misal dari Dukuh Gunungraja Desa Sijeruk, atau Desa Prendengan Kecamatan Banjarmangu.
Gunung ini terbilang jarang terjamah. Tidak juga dibuka untuk jalur pendakian resmi. Jika pun ada jalur setapak itu merupakan jalur yang biasa dilalui petani.
Baca Juga: Literasi Digital di Banyumas: Menjadikan Media Sosial sebagai Medium Pelestarian Budaya
Karenanya wajar, kelestarian flora dan fauna. Bahkan flora dan fauna langka atau hampir punah masih bisa dijumpai di kawasan hutan lindung ini.
Gunung Pawinihan masih dipenuhi hutan yang lebat dengan pepohonan. Selain itu, satwa-satwa langka masih ada di gunung ini.
Misalnya lutung, monyet, bahkan harimau atau macan kumbang. Keberadaan harimau penghuni hutan ini diakui juga oleh warga sekitar.
Warga pernah menjumpai macan saat beraktivitas di hutan gunung Pawinihan. (Iruma cezza)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Bongkar Tambang Emas Liar di Bukit Pongkor, Polda Jabar Tetapkan 4 Tersangka Warga Bogor