PURWOKERTO.SUARA.COM – Pemkab Banjarnegara saat ini terus melakukan langkah dan strategi intensif dalam rangka menekan dan mengurangi angka stunting.
Kepala Baperlitbang Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo mengatakan, komitmen kuat antara pemkab bersama lembaga non pemerintah perlu dilakukan sehinga terjadi integrasi dalam pelaksanaan intervensi penurunan stunting.
“Maka rembug menjadi solusi yang tepat untuk membangun komitmen tersebut sebagai langkah pencegahan dan penurunan stunting,” ujarnya saat penyelenggaraan rembug stunting di pendopo Dipayudha Adigraha pada Selasa 11 Juli 2023.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Indarto mengatakan, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Tahun 2020–2024 salah satu program prioritas nasional yang ditetapkan adalah upaya percepatan penurunan stunting dengan target 14% pada akhir tahun 2024.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 telah menetapkan target penurunan angka stunting sebesar -3,5%,” ujarnya.
Sementara itu, untuk target di Kabupaten Banjarnegara ditetapkan angka penurunan sebesar 19,8% pada Tahun 2022.
“Surat Edaran Bupati Nomor 400.2.5.5/9 Tahun 2023 menetapkan target penurunan stunting tahun 2023 dan tahun 2024 untuk seluruh kecamatan sebesar -3%,” lanjut Sekda.
Sementara itu Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto menyampaikan jumlah anak stunting di Banjarnegara menurut data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat ( EPPGBM ) terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2021 prosentase stunting sebesar 22,67% dan pada tahun 2022 turun menjadi 18,27 % atau turun sebesar 4,4 %,” ujarnya.
Baca Juga: Kwarcab Banjarnegara Kirim 10 Pramuka Berkebutuhan Khusus Ikuti PPBK, Ini Harapannya
Pihaknya menjelaskan, hal tersebut memenuhi target yang ditetapkan Propinsi Jawa Tengah, sebesar 3,5% setiap tahunnya agar tercapai target nasional sebesar 14% pada tahun 2024.
“Ini menjadi tugas yang perlu kerja keras, kerja cerdas serta komitmen bersama dari kita semua untuk mewujudkannya,” lanjutnya.
Pj Bupati menjelaskan, saat ini ada lima masalah utama penyebab masing tingginya stunting di Kabupaten Banjarnegara.
“Kelimanya yaitu cakupan layanan yang masih rendah, pola pengasuhan belum baik, belum optimalnya kapasitas Kader Pembangunan Manusia ( KPM ), Belum semua calon pengantin mendapatkan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting dan tingginya angka perkawinan anak,“ tegas Pj Bupati.
Tri Hasto juga menjelaskan, kunci pencegahan dan percepatan penurunan stunting adalah intervensi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Perhatian ekstra dilakukan kepada ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun, baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif perlu terus kita upayakan tanpa meninggalkan intervensi kepada remaja sebagai calon pembentuk keluarga baru,” pungkasnya.
Selain itu penyiapan dan pendampingan 3 bulan pranikah perlu dilakukan dengan berkonvergensi (bersatu padu, terkoordinasi dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran yaitu desa lokus stunting.**Alw
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan