PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOGIRI - Ribuan warga mengikuti talkshow atau gelar wicara literasi digital bijak bermedia sosial atau medsos yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Kelurahan Beji, Nguntoronadi, Wonogiri, Minggu (9/7/2023) malam.
Talkshow bertema "Menjadi Netizen yang Bijak dalam Bermedia Sosial" itu diharapkan bisa membuat warga Wonogiri semakin bijak dalam menggunakan media sosial.
Program kolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital itu menghadirkan empat pembicara meliputi dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Andriana Grahani, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Syaifullah.
Kemudian dosen Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations (LSPR) Jakarta Yohanes Don Bosco Doho dan Kepala Museum Monumen Pers Nasional Widodo Hastjaryo. Dalam kampanye bijak bermedsos di Beji, Wonogiri, itu Widodo mengatakan media sosial masih sangat rawan menjadi tempat penyebaran informasi atau berita bohong.
Sayangnya, masih banyak pula pengguna media sosial yang belum bisa membacakan apakah informasi yang yang mereka konsumsi itu benar atau tidak. Tanpa melakukan konfirmasi atau kroscek, mereka kerap langsung membagikan informasi yang belum tentu benar itu kepada kepada pengguna medsos lain.
“Maka saring sebelum sharing itu bisa menjadi kunci untuk membendung informasi hoaks di media sosial,” kata Widodo saat ditemui Solopos.com selepas menjadi pembicara dalam acara tersebut, Minggu malam.
Widodo melanjutkan pengguna medsos saat ini bukan hanya orang dewasa. Anak-anak dan remaja pun menjadi pengguna aktif medsos. Tidak jarang mereka terpapar berita-berita hoaks tanpa mereka tahu bahwa informasi itu merupakan hoaks.
Pengawasan Orang Tua
Hal itu bisa berdampak pada pola pikir dan perilaku anak-anak. Dalam kasus itu, menurut dia, orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab untuk benar-benar bisa mengawasi anak mereka dalam bermedsos. Orang tua tidak boleh hanya memberikan fasilitas teknologi digital tetapi tanpa pemantauan hanya demi agar anak-anak tidak rewel.
“Dalam hal ini orang tua harus tegas dan keras. Pembatasan waktu penggunaan medsos melalui gawai bisa menjadi salah satu cara pengawasan. Kedekatan dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga bisa menjadi cara efektif dalam memantau penggunaan medsos anak. Satu lagi, pengajaran agama dan ajakan persuasif juga penting,” jelas dia.
Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf, Syaifullah, juga mengajak warga Wonogiri bijak bermedsos. Ia menyampaikan pengguna medsos saat ini harus bisa berpikir sebelum mem-posting. Apa yang telah diunggah di media sosial bakal meninggalkan jejak digital sekalipun kelak pengguna medsos itu sudah meninggal dunia.
Unggahan di medsos bisa berdampak besar bagi penggunaannya. Bahkan bisa menentukan nasib baik atau buruk. Dia menerangkan saat ini perusahaan atau lembaga dalam melakukan perekrutan pegawai sudah memperhatikan medsos calon pegawai sebagai salah satu penilaian.
Mereka bakal mengecek apa saja yang telah diunggah calon pegawai. Calon pegawai atau karyawan yang dinilai tidak bijak dalam bermedsos sudah pasti tidak bisa lolos seleksi.
“Contoh lain, menggunakan medsos untuk flexing. Ini bisa juga berdampak pada nasib seseorang. Sudah ada buktinya, belum lama ada pejabat yang dicopot atau diturunkan jabatannya karena memamerkan harta kekayaannya di medsos,” ujar dia.
Sila Pancasila sebagai Landasan Bermedsos
Sementara itu, dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Jakarta, Yohanes Don Bosco, dalam talkshow di Wonogiri itu menyampaikan nilai-nilai Pancasila bisa menjadi landasan bagi pengguna agar bermedsos dengan bijak. Dia mencontohkan semua butir-butir Pancasila bisa digunakan untuk menjadi pedoman dalam bermedsos.
Misalnya, sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia mengandung nilai-nilai pluralitas. Don Bosco juga menyebutkan pengguna medsos jangan berpikir yang penting sharing, tetapi sharing yang penting-penting. “Kalau terima informasi, jangan terima bulat-bulat lalu ditelan. Tetapi perlu cek, re-check, crosscheck, dan double check,” ungkap dia.
Dosen Fakultas Hukum UNS Solo, Andriana Grahani, mengungkapkan kehati-hatian harus dilakukan bagi para pengguna medsos. Sekarang ini, berbagai upaya pencurian data pribadi yang berujung pada pengurasan atau pemerasan sudah semakin marak dan canggih hanya melalui media sosial dan teknologi digital lain.
Dia mengajak para warga Wonogiri untuk tidak sembarangan dalam mengunggah foto yang mencantumkan data pribadi. Hal itu bisa saja disalahgunakan pelaku kejahatan medsos.
“Hati-hati dengan medsos. Cek dan ganti berkala password akun-akun medsos dan akun lainnya yang mengandung informasi pribadi, lebih-lebih soal keuangan,” jelas Andriana.***
Berita Terkait
-
Ibu-ibu Auto Kalap? Pusat Perbelanjaan Ini Berjarak 500 Meter dari Sungai Mahakam, jadi yang Terbesar dan Terpopuler di Kalimantan: Ada Apa Saja?
-
Berjarak 20 KM dari Alun-Alun Depok, Pusat Perbelanjaan Ini Berada di Jalan Penghubung Beberapa Wilayah
-
Saingi Bandung! Mall Termewah Berjarak 19,9 Km dari Alun-alun Tangerang Ini Bikin Salfok: Ibu-ibu Nggak Boleh Sendiri Karena...
-
Mewah Bikin Betah! Mall Terbesar dan Tercantik di Batam Hanya Berjarak 50 Km dari Singapura: Jadi Jujugan Wisata Belanja?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
Guru Ungkap Ada PPPK Paruh Waktu Bergaji Rp15 Ribu, Anggaran Pendidikan Disorot
-
BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri
-
Ini Ritual Khusus Kerbau Bule Kyai Slamet Sebelum Kirab Malam 1 Suro
-
Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Tuntut Evaluasi MBG dan Kenaikan BBM
-
Tuntutan Diterima DPRD Sumut, Mahasiswa Desak Pemerintah Turunkan BBM - Hapus MBG
-
IHR: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Karnaval Meriah dan Inul Daratista Hibur Ribuan Penonton
-
Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Gambaran Utuh Sekolah Rakyat
-
Penampakan Honor X80 Pro Max Beredar, HP Midrange Baru dengan Baterai 11.000 mAh
-
APBD DIY Dihantam Krisis, 67 Persen Bergantung Dana Transfer, Pemda Terpaksa Pangkas Anggaran