/
Senin, 24 Juli 2023 | 19:41 WIB
Siswa SMAN 1 Sigaluh kumpulkan tanaman di Green House (Heni Purwono)

PURWOKERTO.SUARA.COM – SMAN 1 Sigaluh, salah satu sekolah dengan konsep lingkungan yang asri dengan tanaman buah memberikan tugas yang unik bagi siswanya.

Salah satunya yakni dengan mewajibkan seluruh siswa baru membawa bibit tanaman buah  untuk dikumpulkan di rumah pembibitan atau Green House pada Senin 24 Juli 2023.

Koordinator Program Tanam Buah di Sekolah (Tabuhlah) SMAN 1 Sigaluh Heni Purwono mengungkapkan jika bibit tanaman sudah besar maka akan dipakai untuk praktik sambung tanaman. 

“Yang dikumpulkan siswa beragam, ada yang masih biji ada pula yang sudah mulai tumbuh,” ujarnya.

Lebih jauh Heni menjelaskan, bibit tersebut nantinya akan dipakai untuk latihan siswa saat praktek stek tanaman buah. 

“Kami berharap dengan program tersebut nantinya siswa akan memiliki ketrampilan yang bisa diandalkan,” lanjutnya.

Pihaknya juga menjelaskan, bibit tanaman buah tersebut dikumpulkan di rumah pembibitan atau Green House bantuan dari PT Indonesia Power Mrica PGU untuk dirawat sampai besar. 

“Kegiatan ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) khususnya tema gaya hidup berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu Camat Sigaluh Izak Daniel Aloysius mengapresiasi apa yang dilakukan oleh SMAN 1 Sigaluh sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan lingkungan masyarakat. 

Baca Juga: Penuhi Stock dan Kebutuhan Darah, PMI Banjarnegara Gandeng Mahasiswa KKN di Karangsari

"Ini akan menunjang program agro edu wisata yang dicanangkan oleh Kecamatan Sigaluh,” ujarnya.

Izak juga menjelaskan, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Penyuluh Pertanian agar menyiapkan para pelatih untuk membimbing siswa di SMAN 1 Sigaluh untuk membuat stek tanaman.

“Ketrampilan warga kecamatan Sigaluh dalam hal stek tanaman bisa hilang jika generasi berikutnya tidak berlatih,” lanjutnya.

Pihaknya juga menjelaskan, pertanian masih menjadi andalan di Kecamatan Sigaluh, pihaknya berharap dengan cara tersebut akan menjadikan generasi muda di sekolah tertarik untuk memiliki ketrampilan stek tanaman buah.

“Ini sekaligus cara kami untuk mencetak para petani milenial," pungkasnya.**Alw

Load More