PURWOKERTO.SUARA.COM- Berlokasi hanya 9 menit perjalanan dari Alun Alun Purbalingga, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga telah membuktikan komitmennya dalam menyediakan pendidikan berkualitas serta fasilitas yang mendukung pengembangan potensi siswa.
Salah satu ciri khas yang membedakan SMK ini adalah kehadiran Bank Mini Surya Lingga, yang menjadi bagian integral dari lingkungan pendidikan sekolah.
Tak banyak sekolah yang dapat membanggakan adanya bank mini di dalam lingkungannya. SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga dengan bangga menawarkan pengalaman bagi siswa-siswinya melalui Bank Mini Surya Lingga.
Dengan adanya fasilitas ini, para siswa memiliki kesempatan untuk memahami konsep dasar perbankan, mengelola uang, serta melatih keterampilan bertransaksi sejak duduk dibangku sekolah tersebut.
Ini adalah langkah inovatif dalam pendidikan yang membekali siswa dengan pemahaman finansial yang kuat sebelum memasuki dunia nyata.
Selain Bank Mini Surya Lingga, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga juga memiliki fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk laboratorium-laboratorium praktik lengkap.
Laboratorium ilmiah yang modern dan lengkap memungkinkan para siswa untuk melakukan eksperimen dan penelitian yang mendalam, menjembatani teori dengan praktik dalam lingkungan yang aman dan terstruktur.
Fasilitas ini tidak hanya merangsang minat siswa dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan industri.
SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga merupakan sekolah menengah kejuruan pertama di Kabupaten Purbalingga yang membuka jurusan Farmasi. Kini, jurusan tersebut berubah menjadi Farmasi Klinis dan Komunitas.
"Kami mencetak generasi yang ahli dalam bidang Farmasi," kata Nur Fitri, Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga.
Farmasi Klinis dan Komunitas merupakan kompetensi keahlian yang mempelajari tentang teknik pembuatan obat, baik itu obat kimia, maupun herbal. Banyak dari lulusan Farmasi Klinis dan Komunitas SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga yang bekerja di rumah sakit, apotek, dan berwiraswasta dengan mendirikan apotek sendiri.
Selain jurusan Farmasi, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga juga membuka kompetensi keahlian Perbankan Syariah. Kompetensi keahlian ini mempelajari bagaimana mengelola uang.
"Mulai dari mencatat, mengeluarkan, sampai dengan pelaporan keuangan," kata dia.
SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga telah membuktikan bahwa pendidikan lebih dari sekadar proses belajar mengajar di kelas.
Diharapkan bahwa lulusan dari SMK ini tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang unggul, tetapi juga pemahaman mendalam tentang dunia nyata yang siap mereka hadapi.
Dengan terus menerus meningkatkan mutu pendidikan dan fasilitas, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga telah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan.***
Berita Terkait
-
Hanya 12 Menit dari Bandara Ahmad Yani, Destinasi Perbelenjaan Ini Selain Shopping Juga Banyak Hiburan hingga Jadi Pusat Belanja Terbesar di Semarang
-
Cuma 3,6 Km dari Bandara Ngurah Rai Bali, Pusat Perbelanjaan Satu Ini Miliki Tenant Lengkap untuk Manjakan Pengunjung: Ada Arena Permainannya Juga Lho
-
Kejaksaan Kebumen Tangani Kasus Uang Pajak Rp 428 Juta Dibawa Tim Pemungut Desa
-
Pendopo Adiguna dan Gedung Pelayanan Desa Karangpetir Diresmikan, Bupati Tiwi : Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
-
Jaraknya Sekitar 8 KM dari Bandara Soekarno Hatta, Pusat Perbelanjaan Satu Ini Memiliki Fasilitas Lengkap hingga Disebut One Stop Shopping
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027