- TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata terhadap aparat di Kabupaten Tolikara pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Serangan yang dipimpin oleh Goliath Tabuni tersebut mengakibatkan jatuh korban jiwa serta korban luka-luka.
- Kelompok tersebut mendesak warga pendatang, ASN, dan pekerja untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di wilayah operasi mereka.
Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap aparat dan agen intelijen TNI di Kali Umage, Distrik Kuari Umageyime, Kabupaten Tolikara, Papua.
Melalui siaran persnya, Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Jenderal Goliath Tabuni, mengatakan serangan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
“Kami menegaskan kepada seluruh warga imigran Indonesia, ASN, DPR, Guru-guru dan tenaga kesehatan untuk hentikan aktivitasnya dari Kububelela hingga Yigonikme,” kata Goliath dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2026).
Ia juga meminta seluruh mobilitas warga, baik melalui jalur darat maupun udara, di wilayah operasi TPNPB dihentikan agar tidak menjadi target penembakan.
Jika hal itu tidak dilakukan, kata Goliath, pihaknya tidak bertanggung jawab apabila kembali jatuh korban jiwa.
“Jangan pernah salah kami (TPNPB) karena himbauan ini kami sudah keluarkan,” ucapnya.
Goliath mengaku pihaknya bertanggung jawab penuh atas penembakan yang terjadi di Tolikara.
“Aksi penembakan terhadap sejumlah aparat dan agen intelijen militer pemerintah Indonesia pada hari ini di Tolikara kami siap bertanggung jawab,” tegasnya.
Goliath juga meminta seluruh warga Papua dan pihak militer mengosongkan wilayah-wilayah operasi TPNPB di seluruh Tanah Papua.
Baca Juga: Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat
“Khususnya terhadap orang Papua yang sedang melakukan pembangunan jalan, jembatan, perumahan dan lainnya bersama pemerintah kolonialisme Indonesia maka mulai detik ini tinggalkan wilayah-wilayah operasi TPNPB sehingga anda tidak menjadi target penembakan,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat
-
Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga
-
OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya
-
Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik
-
Ketakutan Diserbu TNI, Warga 4 Kampung di Intan Jaya Terpaksa Mengungsi ke Hutan
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki
-
Nonton Film di Rumah Makin Sinematik, Teknologi LG Tampilkan Gambar Sesuai Visi Kreator
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu