PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS- Ada sebuah gang yang cukup terkenal di kawasan wisata Baturraden Banyumas. Gang itu merupakan jalur menuju sebuah pemukiman yang dihuni wanita-wanita seksi. a
Warga biasa menyebutnya dengan Gang Sadar. Kehidupan di gang itu dimulai malam hari.
Saat itu wanita-wanita penghuni gang itu sudah bersolek. Pakaiannya seksi. Auratnya terumbar. Pemandangan yang segar bagi para pria hidung belang.
Jika "deal", cinta satu malam berlanjut ke hotel-hotel di sekitar gang sadar. Gang itu pun selalu ramai hilir mudik wanita tuna susila dengan pria hidung belang.
Hotel-hotel bertarif murah di sekitar gang sadar diuntungkan dari keberadaan bisnis esek-esek itu.
Perumahan yang dihuni pekerja seks itu aslinya adalah rumah warga. Rumah-rumah itu dikontrakkan atau disewakan untuk sarang wanita-wanita malam.
Namun kejayaan Gang Sadar selama puluhan tahun kini telah runtuh. Pandemi Covid 19 jadi momentum penutupan tempat bisnis prostitusi Gang Sadar.
Dengan alasan menghindari penyebaran virus Corona, Pemkab Banyumas punya dalih untuk memulangkan para pekerja seks ke daerah asalnya.
Ternyata setelah pulang, mereka dilarang untuk kembali ke Gang Sadar Baturraden. Bupati Banyumas memutuskan menutup secara permanen Gang Sadar untuk bisnis esek-esek.
Saat ini, setelah tiga tahun dan pandemi telah berakhir, para wanita penghuni Gang Sadar terbukti tidak kembali ke "kos".
Kondisi terkini, rumah-rumah yang dulu dihuni wanita-wanita berpakaian minim, sepi. Kampung itu menjadi " gelap gulita".
Bahkan terkesan seperti kampung mati. Beberapa rumah kembali dihuni oleh pemiliknya atau warga sekitar. Selebihnya dibiarkan kosong dan tertutup.
Bahkan beberapa rumah dijual/disewakan. Pengumuman dijual itu ditempel di rumah yang dulu sempat menyumbang keuntungan karena jadi tempat kos PSK.
Tidak jelas kemana wanita-wanita eks penghuni Gang Sadar setelah tempatnya bekerja ditutup permanen.
Apakah mereka tetap membuka praktik prostitusi di tempat lain, atau kah mereka sudah "sadar" untuk kembali ke jalan yang benar ?
Tag
Berita Terkait
-
Hanya 24,7 Km dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Mall Teramai di Samarinda Ini Sajikan Kesenangan Belanja dan Hiburan di Tengah Kota: Mau ?
-
Muhammad Ragil, Debutan Timnas ndonesia U-23 Siap Bersaing Rebut Tempat Utama
-
SMPN 2 Banjarnegara Sumbang 234 Bibit Alpukat di Gelaran Kemah Bakti Revolusi Mental
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami