PURWOKERTO.SUARA.COM, Berwirausaha menjadi pilihan sebagian orang untuk mendapatkan cuan. Apalagi di masa pandemi, banyak karyawan terkena PHK atau resign dari pekerjaan.
Banyak orang berbondong-bondong mendirikan usaha sendiri. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gagal.
Alih-alih mendapatkan pengganti pekerjaan atau penghasilan baru dari membuka bisnis, yang terjadi justru seorang semakin habis-habisan karena usahanya gagal.
Banyak hal yang menyebabkan seorang gagal dalam usahanya. Di antaranya karena kurangnya perhitungan atau perencanaan yang matang. Serta minimnya analisis risiko.
Pelaku usaha pemula biasanya sekadar spekulasi, tanpa berpikir risiko apa yang akan dihadapi.
Misalnya saja, dalam pemilihan lokasi, tak jarang pelaku usaha tak segan memilih menyewa ruko atau kios di pinggir jalan.
Biasanya pemilik ruko menyewakan secara tahunan. Sebagian pemilik lain boleh dibayar bulanan.
Yang perlu diketahui, pemilik ruko juga berbisnis. Murni bisnis. Karenanya banyak dari mereka yang langsung menyewakan tempatnya secara tahunan, enggan disewa bulanan.
Dari sisi pemilik ruko, jelas mereka diuntungkan. Mereka langsung mendapatkan uang besar di awal.
Seterusnya pemilik tak mau tahu apakah orang yang menyewa rukonya bisnisnya berjalan lancar atau tidak.
Di sisi penyewa, jelas dirugikan. Mereka harus membayar uang sewa tahunan yang besar di awal.
Padahal modal usaha bukan hanya soal tempat, pelaku usaha masih membutuhkan modal untuk perlengkapan misal gerobak, rak, perabotan dan bahan atau dagangan.
Jika uang sudah habis-habisan dikeluarkan untuk menyewa ruko tahunan, otomatis modal sudah tergerus dan sulit memenuhi kebutuhan usaha.
Sudah menyewa setahun, apakah dijamin usaha lancar?
Rata-rata pedagang membutuhkan waktu 1-3 bulan untuk mencapai kestabilan usaha. Artinya dalam jangka waktu itu, pengusaha masih susah payah menggaet pelanggan.
Tag
Berita Terkait
-
Jaraknya 22,1 Km dari Bandara Internasional Juanda, Pusat Perbelanjaan di Kota Surabaya Ini Punya Konsep Shopping Street: Namanya Bikin Gagal Fokus?
-
Hanya 5,9 Km dari Bandara Internasional Husein Sastranegara, Ikon Mall di Kota Bandung Tahun 1980an Ini Bangkrut: Kini Cuma jadi Lahan Parkir Motor!
-
Sekitar 23,3 Km dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Pusat Perbelanjaan Ini Miliki Konsep Eco Living: Gabungkan Interior Modern dan Alam Indah!
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel
-
Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?
-
Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Piala Dunia 2026 Dimulai! Jadwal Pembukaan dan Link Streaming Pertandingan
-
Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah