PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (Disdukcapil) dan Bagian Pemerintahan memfasilitasi layanan kependudukan untuk warga yang mengalami perubahan nama jalan.
Layanan jemput bola sudah mulai dibuka di pasar Tumenggungan, Disdukcapil Kebumen menyediakan mobil layanan untuk masyarakat yang akan memperbaharui KTP dan KK karena adanya perubahan nama jalan di Kebumen. Layanan dibuka pukul 08.00 sampai 15.00.
"Pelayanan semua kita berikan gratis, bahkan materai pun kita sediakan. Di hari pertama ini silakan masyarakat yang ingin memperbaharui data kependudukannya bisa langsung datang ke Pasar Tumenggungan," ujar Kepala Dinas Dukcapil Anna Ratnawati, di Pasar Tumenggungan, Senin 28 Agustus 2023.
Layanan di Pasar Tumenggungan akan berlangsung hingga Jumat 1 September 2023, dan selanjutnya akan dilaksanakan di kantor Kecamatan Pejagoan, dan Klirong. Masing-masing selama satu pekan. Kemudian, pihaknya juga membuka layanan khusus di kantor Disdukcapil.
"Di Disdukcapil kita juga sediakan layanan khusus di lantai 2, untuk warga yang ingin mengurus catatan kependudukan karena adanya perubahan rupa bumi baku berupa nama jalan, jadi masyarakat bisa langsung datang ke kantor di lantai 2," ucapnya.
Anna menyebut, sejauh ini ada 700 KK dan 2038 KTP yang terkena dampak dari adanya perubahan nama jalan. Ia menargetkan dalam satu bulan ke depan semua masyarakat yang akan memperbarui indentitas kependudukan yang baru akan dilayani secara gratis.
Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Bagian Pemerintahan Wahyu Siswanti menambahkan, terdapat 13 jalan di Kebumen yang namanya sudah dibakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG), sebagaimana keputusan BIG No 22 Tahun 2023 Tentang Rupabumi Baku Tahun 2023.
"Untuk bangunannya sendiri total ada 2072 yang nantinya akan kita beri nomor yang baru karena adanya perubahan nama rupabumi unsur jalan, di 13 ruas jalan yang kemarin sudah ditetapkan oleh BIG, dan hari ini kita fasilitasi untuk perubahan catatan sipilnya," ucap Wahyu.
Bangunan itu berupa rumah, ruko, gedung perkantoran, gudang dan sekolah. Karena jumlahnya yang begitu banyak dan dalam.pendataannya hrs melibatkan RT/RW, desa/kelurahan dan kecamatan maka pemerintah baru bisa memulai membuka layanan kependudukan.
Baca Juga: Separah Ini kah Kekeringan di Banyumas, Desa Ini Tertolong Ada Kolam Penampungan
Menurutnya, untuk mendata penduduk dan bangunan yang terkena perubahan nama jalan memang membutuhkan ketelitian terutama dalam menyambung penomoran antar desa/kelurahan memakan waktu tidak sebentar.
Pihaknya harus mendata di 16 desa, 5 kelurahan di tiga kecamatan, yakni Kebumen, Klirong dan Pejagoan.
"Karena jumlahnya banyak, pendataan ini harus dari bawah ke atas, kita kumpulin dari RT, RW, kelurahan sampai kecamatan, kita data bangunannya satu-satu, ada bangunan yang sudah tidak dipakai atau diratakan, ada bangunan baru yang belum masuk data, ada juga satu bangunan yang diisi lebih dari satu KK, dan bisa terjadi dalam satu KK terdapat beberapa KTP, jadi memang butuh waktu untuk mencocokan agar tidak ada yang terlewat," terang Wahyu.
Kemudian, lanjut Wahyu, banyak juga bangunan yang dihuni oleh orang luar Kebumen, misalnya mereka pengontrak untuk usaha dan sebagainya.
"Dan itu harus ada pencocokan, sehingga wajar data jumlah bangunan dan KTP atau KK itu bisa berbeda dengan Disdukcapil," tambahnya.
Berita Terkait
-
Cuma 16,9 dari Bandara Abdul Rachman Saleh, Destinasi Wisata Alam di Malang Ini Cocok untuk Pilihan Liburan Akhir Pekan: Warga Jatim Sudah Tahu Belum?
-
Pria di Borobudur Terjebak di Atas Pohon, Lemas saat Dievakuasi Tim SAR
-
Daftar 24 Ruas Jalan di Kebumen yang Bakal Dibangun Pemkab, Daerahmu Termasuk?
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris