PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kota Cimahi, Jawa Barat bagi pemburu bangunan angker tidak lengkap tanpa singgah di Jalan HMS Mintareja Sarjana Hukum, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah berjarak 9,8 Km dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung.
Di sana terdapat bangunan yang rencananya akan dijadikan Kondominium dan Hotel (Kondotel) di tengah Kota Cimah. Namun nahas bangunan ini yang dahulunya digadang-gadang sebagai hunian yang nyaman sekarang malah menjadi bangunan terbengkalai.
Dikutip dari Kanal YouTube Sang penjelajah Amatir pada Kamis 31 Agustus 2023, bangunan ini direncanakan menjadi Kondotel Royal Tulip. Bahkan arsitekturnya didesain langsung oleh Ridwan Kamil pada tahun 2011 yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat.
Kondominium dan Kondotel Royal Tulip direncanakan sebagai tempat penginapan mewah dengan konsep kondotel. Namun, pada 2016, pembangunan bangunan ini terpaksa harus berhenti ketika sudah mencapai 65 persen dari keseluruhan proyek.
Sejak saat itu, bangunan ini mengalami masa kelamnya hingga terbengkalai hingga sekarang. Tidak jelasnya alasan di balik penghentian proyek ini memberikan pertanyaan besar kepada masyarakat setempat dan para pengamat tata kota.
Apa yang sebenarnya terjadi hingga bangunan yang telah mendapat perhatian besar ini harus mengalami nasib yang tidak diharapkan? Apakah kendala teknis, masalah finansial, atau faktor lainnya semua masih menjadi tanda tanya.
Begitu banyak potensi yang tidak terealisasi hingga kondisi bangunan ini yang mangkrak. Desain yang telah dipikirkan dengan seksama oleh seorang arsitek ternama menjadi sekadar bayang-bayang di tengah kemegahan.
Bangunan yang diharapkan menjadi simbol hunian kenyamanan kini menjadi bangunan yang dibiarkan terbengkalai, hanya menyisakan dinding dan struktur tanpa cerita. Namun, dibalik segala pertanyaan, Kondominium Royal Tulip tetap menjadi sebuah karya arsitektur yang futuristic.
Bangunan ini pernah menjadi bagian dari impian dan harapan warga Kota Cimahi. Mungkin suatu saat nanti, bangunan ini akan berfungsi sesuai dengan rencana semula. Meski sampai saat ini kondisinya masih terbengkalai, mengingatkan realitas kadang tak sejalan sesuai rencana.***
Berita Terkait
-
20 Tahun Terbengkalai, Rumah Mewah di Kota Semarang Ini Kondisinya Memprihatinkan: Jaraknya Cuma 3,7 Km dari Bandara Ahmad Yani Semarang
-
Sekitar 19,3 Km dari Bandara Cakrabhuwana, Wisata Alam di Kuningan Jawa Barat Ini Menyimpan Surga Alam Tersembunyi : Pernah Coba?
-
Cuma 5,4 Km dari Bandara Husein Sastranegara, Destinasi Wisata Edukasi Tertua di Kota Bandung Ini Wajib Dikunjungi: Bangunannya Sudah Ada Sejak 1929!
-
Hanya 28,6 Km dari Bandara Banyuwangi, Pusat Perbelanjaan di Bumi Blambangan Ini Selalu Ramai Pembeli : Cocok untuk Wisata Belanja Bareng Keluarga!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit