PURWOKERTO.SUARA.COM, BATANG- Tinggal di daerah dengan kontur tanah rata sudah biasa. Nyaris tidak memiliki risiko terkena bencana. Namun tidak semua orang bernasib seperti itu. Banyak warga yang tinggal di lokasi-lokasi berbahaya dan rawan terkena bencana. Seperti mereka yang tinggal di daerah pegunungan.
Dengan kontur tanah miring, lahir risiko terkena bencana longsor. Di antara kampung yang berada di lokasi ekstrem berada di Dusun Sigandul desa Mojotengah Kecamatan Reban, Batang.
Kampung itu berada di atas bukit. Kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara itu merupakan kampung paling ujung di desa tersebut.
Rumah-rumah di kampung itu berada mepet dengan jurang. Karena berada di atas bukit, jurang terlihat sangat curam. Puncak-puncak gunung di kampung itu terlihat sejajar dari perkampungan tersebut.
Pada beberapa rumah, ketika menengok ke belakang rumah, yang terlihat sudah pemandangan jurang yang mengerikan. Bagi yang tidak terbiasa melihat pemandangan seperti itu pasti ngeri membayangkan tinggal di kampung itu.
Tapi bagi masyarakat setempat, mereka ternyata biasa saja. Ini karena mereka tinggal sudah puluhan tahun, bahkan lahir di tempat itu.
Sepadan dengan risiko yang diambil, tanah di kampung tersebut subur. Warga bisa bercocoktanam dengan berbagai komoditas sayur, khususnya kentang yang memiliki nilai jual tinggi. Dari hasil pertanian itu, kesejahteraan warga terangkat.
Jadi selain alasan tanah kelahiran, kampung di atas bukit itu menjanjikan sumber matapencaharian sehingga warga masih bertahan tinggal di kawasan ekstrem tersebut sampai sekarang.
Baca Juga: Berjarak 2,1 km dari Stasiun Pangandaran, Vila Ini Bertema Tropikal, Viewnya Pantai
Tag
Berita Terkait
-
Berjarak 44,5 Km dari Alun-alun Pekalongan, Destinasi Wisata Alam Ini Cocok untuk Liburan Akhir Pekan: Ada Telaga di Tengah Hutan?
-
Tak Hanya Pantai, Berjarak 18 Km dari Bandara Cijulang Nusawiru Pangandaran Wisata Ini Tawarkan Wahana Memacu Adrenalin, Ada Air Terjun
-
Berjarak 2,1 km dari Stasiun Pangandaran, Vila Ini Bertema Tropikal, Viewnya Pantai
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali