Ranah.co.id – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada HUT ke-8 Partai Perindo lalu masih menarik perhatian sebab menyinggung jika 2024 adalah jatahnya Prabowo Subianto alih-alih Ganjar.
Direktur Literatur Institut, Asran Siara menilai bahwa dukungan Jokowi terhadap lawannya pada Pilpres 2019 lalu bukan merupakan gurauan semata. Menurutnya, dukungan Jokowi terhadap Prabowo itu sangat serius dan sudah dinanti-nantikan oleh sejumlah pihak sejak lama.
“Wajar jika Jokowi memiliki kecenderungan mendorong Prabowo Subianto,” ujar Asran dikutip dari Suara.com pada Kamis (10/11/2022).
Lebih lanjut, Asran menyebut kinerja Prabowo dalam menjaga stabilitas pemerintahan Indonesia selama ini perlu diapresiasi. Presiden Jokowi pun dinilai cenderung memilih Prabowo karena membutuhkan figur yang bisa melanjutkan kinerja pemerintahannya.
“Presiden Jokowi juga butuh figur yang diyakini bisa melanjutkan kinerja pemerintahan di periode pemerintahan selanjutnya,” beber Asran.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Jokowi mengenai Pilpres 2024 tersebut bisa menjadi dorongan dan modal kuat loyalis Prabowo untuk melakukan usaha pemenangan di Pemilu datang.
Meskipun mendapat dukungan dari Jokowi melalui pidatonya, Asran meminta untuk harus menyikapi itu secara bijaksana agar tidak mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Pandangan Presiden Jokowi tentu harus dihargai, siapapun yang bertarung harus meletakkan kepentingan negara di atas segala-galanya,” sebut Asran. (Windy L. Hamidi/Mg1)
Baca Juga: Buruh Geruduk Balai Kota Tuntut Kenaikan Upah, Demonstran: Ini Perbudakan Gaya Baru
Berita Terkait
-
Elite Demokrat Kritik Tajam Presiden Jokowi: Capres yang Di-Endorse Ganti-ganti, Lagi Bingung?
-
Gerah Elite PD Usai Jokowi Tebar Dukungan: Kadang Airlangga, Kadang Ganjar, Kadang Prabowo, Jangan-jangan Lagi Bingung
-
Ganjar Pranowo Marah! Sidak Proyek Jembatan yang Tak Kunjung Kelar, Tuai Pro Kontra: Akibat Asik Copras Capres
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?
-
Cara Praktis Percantik Kendaraan di Jakarta Fair 2026 Lewat Produk Diton
-
Ketua DPRD Kota Bogor Hadir Meriahkan HJB ke 544 dengan Gowes Bareng Bogor Hujan Onthel
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun
-
Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu