Ranah.co.id - Selain terbentur akibat kerjasama JICA dan pemerintah Indonesia berakhir 31 Januari 2023, persoalan pembangunan Jalan Tol Payakumbuh-Pangkalan juga terkendala akibat adanya keberatan dari warga, dan harus dicarikan solusinya segera.
Persoalan itu mencuat dalam rapat yang digelar Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, Bupati Limapuluh Kota yang diwakili Sekdakab, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPR) Sumbar serta kepala ODP, rapat itu juga diikuti konsultan JICA via Zoom, Kamis (5/1/2023).
Menurut Mahyeldi, rapat itu senagaja digelar untuk mencari jalan keluar dari permasalahan terhambatnya pembangunan tol Padang-Pekanbaru, khususnya di Limapuluh Kota yang juga mendapat keberatan dari masyarakat di lima nagari yang ada di sana.
"Hal ini menjadi rumit dikarenkan perjanjian kerja JICA dengan pemerintah Indonesia akan berakhir 31 Januari nanti, maka harus dilakukan upaya agar pembangunan ini tetap berjalan seperti rencana, yaitu dengan mencari jalan keluar dari permasalahan ini," ujar Mahyeldi dalam rapat tersebut.
Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota yang diwakili Sekdakab, Widya Putra menjelaskan, bahwa dari lima nagari tersebut, tinggal dua nagari yang masih keberatan dengan pembangunan jalan tol.
Untuk solusinya, kata Widya, Pemkab Limapuluh Kota akan mengadakan pertemuan dengan kelima nagari untuk menuntaskan bersama persoalan tersebut.
"Kita optimis bahwa dua nagari yang belum setuju ini bisa setuju setelah adanya itikad dari kita untuk menyelesaikan masalah ini. Nantinya, kami juga akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat dari lima nagari ini untuk mendengarkan pendapat mereka, dengan begitu bisa dicari jalan keluar," ucapnya.
Lalu, Anggota Dewan Perwakialan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, DPRD sudah beberapa kali ke lapangan dan sudah mendengar aspirasi dari pihak yang menyatakan mereka bukan menolak, tapi hanya meminta pengalihan trase yang dikarenakan adanya situs adat dan budaya yang terdampak.
“Sampai saat ini kita belum mendapatkan data berapa persen masyarakat yang sesungguhnya terdampak. Kita tentu tidak ingin terjadi proyeknya tuntas tetapi konsolidasinya masih menyisakan masalah, kita tidak ingin laporan kepada gubernur hanya berdasarkan asal bapak senang saja,” kata Evi.
Baca Juga: Polri Ingatkan Peserta Pemilu Tak Menyebar Hoaks dan Ujaran Kebencian di Ruang Digital
Sebelumnya, Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyinggung soal tanggunjawab Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah soal lambannya pembangunan jalan tol.
Menurut Supardi, lambannya progres pengerjaan tol Padang-Pekanbaru merupakan tanggungajwab Gubernur Sumbar sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.
"Tol itu proyek strategis nasional yang merupakan program dari presiden. Sekarang yang jadi persoalan lambatnya pengerjaan tol adalah pembebasan lahan," ujar Supardi dikutip dari sumbar.suara.com, Jumat (6/1/2023).
Bicara soal pembebasan lahan yang belum tuntas, kata Supardi, itu tanggungjawab gubernur, sementara bupati dan wali kota hanya sebagai eksekutor saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Cara Daftar Mudik Gratis PLN 2026, Ada 12.500 Kuota Buat Pulang Kampung
-
Oppo A6t Pro 5G Rilis di Indonesia: Baterai 7000mAh, Fast Charging 80W SUPERVOOC, Harga Rp4 Jutaan
-
Pemain Keturunan Indonesia Berdarah Jawa Ini Jadi Opsi Terbaik Lini Pertahanan Timnas Indonesia
-
LPDP Masih Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni AP Suami Dwi Sasetyaningtyas
-
Pengganti Bojan Hodak Buka Suara Redam Serangan Tengah dan Set Piece Madura United
-
Tolak Penumpang Siswi Big Size Berujung Viral, Driver Ojol Ini Klarifikasi
-
37 Kode Redeem FF 26 Februari 2026: Sikat Bundle P Joker dan Skin AUG Aurora
-
Selamat Tinggal Bojan Hodak
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Resep Nastar Wisman, Tekstur Empuk dan Lembut untuk Sajian Lebaran